SEBARINDO.COM – Di balik suksesnya Budaye Cilegon Festival & International Folk Arts (BC-FIFA) 2025, ada sosok perempuan yang namanya mungkin belum dikenal semua orang, namun kiprahnya telah menembus panggung budaya internasional. Ia adalah Nur Kusuma Ngarasati, atau yang akrab disapa Raras Tatachi istri dari Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.
Namun, Raras bukan hanya sekadar istri pejabat daerah. Sejak lama, ia menaruh hati pada dunia kebudayaan Indonesia, khususnya melalui seni tari. Dedikasinya membuatnya dipercaya sebagai Head of Public Relation CIOFF Indonesia, sebuah organisasi internasional yang bermitra dengan UNESCO dan hadir di 121 negara, dengan misi merangkul anak muda serta melestarikan budaya tradisional.
Perjalanan Budaya yang Mendunia

Kisah Raras bersama CIOFF Indonesia dimulai pada tahun 2007. Saat itu, ia berangkat ke Jerman untuk mengikuti misi kebudayaan. Di sanalah, Presiden CIOFF menunjuknya sebagai pelatih tari,Nur Kusuma Ngarasati sebuah pengakuan besar bagi seniman muda kala itu. Sejak itu, langkahnya tak pernah surut.
Baca Juga : Cilegon Gelar Festival Budaya Internasional, Hadirkan Seniman dari Empat Negara
Sebagai penari, pelatih profesional, koreografer, sekaligus juri internasional, Raras telah membawa tarian dan musik tradisional Indonesia tampil di berbagai panggung bergengsi dunia. Ia bahkan kerap menjadi penentu strategi kebudayaan yang dijalankan CIOFF Indonesia, menjalin relasi dengan berbagai mitra global demi memperkenalkan kekayaan budaya tanah air.
Lihat postingan ini di Instagram
Salah satu tarian yang menjadi keahliannya adalah Tari Rantak, yang dikenal dengan hentakan kaki khasnya. Bagi Raras, setiap hentakan adalah simbol kekuatan, keteguhan, dan kebanggaan menjadi bagian dari Indonesia.
Dari Tari ke Dunia Bisnis Perjalanan

Selain mengabdikan diri pada budaya, Raras juga dikenal sebagai pengusaha. Tahun 2013, saat berada di Yunani, ia mendapat pengalaman yang mengubah cara pandangnya. Ketika menyebut berasal dari Indonesia, lawan bicaranya mengaku tidak tahu. Namun, saat ia menyebut “Bali”, barulah orang tersebut mengenalinya.
Pengalaman itu memantik tekadnya untuk memperkenalkan Indonesia lebih luas ke dunia. Pada 2014, kunjungannya ke Karimun Jawa untuk kedua kalinya semakin menguatkan tekad tersebut. Terpesona dengan keindahan alamnya, ia pun mendirikan Tatachi Travel sebuah agency travel yang dibangun dari modal hanya Rp3 juta, yang kala itu hanya cukup untuk membuat logo, website, dan kebutuhan dasar lainnya.
Open trip pertamanya kembali ke Karimun Jawa menjadi langkah awal yang membuka jalan panjang usahanya.
Sorotan Media dan Inspirasi bagi Generasi Muda

Kiprah Raras tidak hanya di panggung budaya, tetapi juga menghiasi layar kaca. Ia pernah hadir di berbagai program bergengsi, seperti Power Talk di Power FM, Dari Indonesia untuk Dunia di Liputan6, Merangkul Anak Muda untuk Melestarikan Budaya Indonesia di Metro TV, Tari Indonesia di Pentas Dunia di CNN Indonesia, hingga wawancara mendalam bersama BBC Indonesia.
Ia berbicara tentang filosofi hidup dari tari, kontribusi nyata untuk melestarikan budaya, hingga keberanian dalam meraih kesuksesan.
Bagi anak-anak muda Cilegon, perjalanan hidup Raras adalah cerminan bahwa mimpi besar bisa lahir dari kecintaan terhadap tanah air. Ia menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan untuk berbicara di panggung dunia.
Pesan yang Tak Lekang Waktu
Dari hentakan kaki Tari Rantak hingga langkahnya membangun bisnis travel, Raras membuktikan bahwa passion dan ketekunan mampu mengubah hidup. Ia adalah contoh bahwa perempuan bisa menjadi duta budaya, pengusaha, dan inspirator sekaligus.
Anak-anak muda Cilegon patut belajar dari semangatnya, jangan pernah meremehkan potensi diri, cintai akar budaya, dan bawa identitas itu ke panggung yang lebih luas. Karena seperti yang dibuktikan Raras, ketika kita bangga pada siapa diri kita, dunia pun akan mendengar.(SA)













