160x600
160x600
Refleksi Realita

Wakil Wali Kota Cilegon Soroti Penyebab dan Solusi Banjir

852
×

Wakil Wali Kota Cilegon Soroti Penyebab dan Solusi Banjir

Sebarkan artikel ini
Banjir di Jl. Pondok Cilegon Indah, Kota Cilegon, 16 Mei 2024 | Photo : MTA

SEBARINDO.COM – Kota Cilegon, sebagai kota industri di Provinsi Banten, menghadapi ancaman serius dari kepungan banjir yang semakin sering terjadi.

Persoalan itu mendapat perhatian serius dari Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta.

banner 325x300

“Tanpa tindakan yang serius dan berkesinambungan, kota ini akan terus dikepung banjir,” katanya memperingatkan. Jumat, 17 Mei 2024.

Penyebab Banjir

Banjir genangi area pedagang kaki lima di Jl. Pondok Cilegon Indah 17/05/2024 | Photo: MTA

Sanuji menjelaskan beberapa faktor utama yang menyebabkan banjir di Cilegon yakni,

banyak sungai, saluran, dan drainase di Cilegon yang telah dangkal, mengecil, atau tertutup bangunan. Melihat kondisi tersebut lanjut dia perlu upaya pengerukan

normalisasi kali dan pembangunan saluran baru. Pencegahan terhadap bangunan yang menutup saluran air juga sangat penting.

“Selain itu, banyak rawa, situ, dan penampungan air yang berubah menjadi pemukiman. Ke depan, perlu penambahan embung, situ, dan waduk untuk penampungan air serta sumber air baku,”terang Sanuji.

Faktor lainnya adanya kegiatan penambangan pasir yang tak terkendali dimana dampaknya merusak keseimbangan lingkungan dan ekosistem. Sanuji menegaskan, supaya bekas galian pasir perlu direhabilitasi dan dijadikan hutan kembali.

Pembangunan yang tidak teratur

Persoalan pembangunan juga menjadi catatan penyebab banjir di Kota Cilegon.

” Banyak lahan yang tertutup beton, mengurangi ruang terbuka hijau. Pengaturan persentase ruang terbuka hijau dan pembuatan sumur resapan serta biopori sangat penting,” jelas Sanuji.

Upaya penanganan untuk mencegah banjir juga harus didukung oleh seluruh warga. Menurut Sanuji, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu ditingkatkan.Termasuk lanjut dia, pengelolaan sampah di tingkat RT dan RW harus menjadi prioritas.

Yang tak kalah penting lanjut dia, Pemkot Cilegon harus membangun sinergi dengan pihak industri.

” Industri perlu diajak bersinergi untuk membangun dengan memperhatikan lingkungan dan pencegahan banjir. Saluran air yang ada harus dijaga dan tidak boleh ditutup,” kata Sanuji.

Di wilayah langganan terendam banjir harus tersedia pompa air untuk mengeluarkan air dengan cepat.

Hutan kota dan taman kota

Kota Cilegon membutuhkan lebih banyak hutan kota, taman kota, dan penghijauan. Kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota lainnya dan pemerintah provinsi sangat penting.

” Pembangunan perumahan dan bangunan lain harus sesuai dengan tata ruang kota, terkendali, dan tidak melanggar hukum atau etika lingkungan,”ungkap Sanuji.

Refleksi spiritual dan solusi

Wakil Wali Kota Cilegon pun mengingatkan, bencana alam diantaranya banjir bisa dianggap sebagai teguran dari Tuhan terhadap perilaku manusia. masyarakat diajak untuk introspeksi dan memperbaiki sikap serta perilaku.

Sanuji menekankan perlunya tindakan segera, bersama-sama, secara masif, berkelanjutan, dan konsisten. Gerakan penyadaran yang luas, keteladanan dari aparatur, pengendalian, serta penegakan hukum yang tegas menjadi kunci.

Sebagai wakil wali kota, Sanuji Pentamarta menyatakan komitmennya untuk menjalankan semua langkah ini jika ia menjadi Wali Kota Cilegon. Ia juga menekankan pentingnya memohon ampunan, petunjuk, dan pertolongan dari Allah SWT.

“Cilegon sangat mungkin dikepung banjir jika kita tidak serius dan berkesinambungan dalam menangani masalah ini,” tegas Sanuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *