SEBARINDO.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DinkopUKM) Kota Cilegon, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati Fajar atau biasa dipanggil Raras, melihat langsung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),Rabu (12/8/2026).
Monitoring ini menyasar dua unit usaha lokal, yakni Dapoer Fathaya di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, serta Rabeg T’enG di Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon. Peninjauan tersebut mempertegas komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam memperkuat daya saing produk lokal, menuntaskan legalitas usaha, hingga memperluas jejaring pemasaran ke pasar internasional.
Siap Boyong Produk Lokal ke Den Haag
Raras menegaskan, produk UMKM Kota Cilegon memiliki cita rasa dan kualitas unggulan yang siap bersaing dengan daerah lain. Bahkan, Pemkot Cilegon membidik pasar Eropa sebagai target ekspansi berikutnya.
“Insyaallah produk UMKM kita akan dikirim ke Den Haag, Belanda. Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Cilegon ke pasar internasional,” ujar Raras.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi warga tidak bisa berjalan secara parsial. Pemerintah, pelaku usaha, dunia industri, dan masyarakat harus saling bahu-membahu menaikkan kelas produk lokal.
Raras juga mengingatkan keberadaan Peraturan Daerah (Perda) yang mengamanatkan porsi 30 persen bagi produk UMKM untuk mengisi sektor industri, kafe, hingga restoran di Cilegon.
“Hari ini kita datang ke salah satu UMKM yang terkenal karena produknya berkualitas, menggunakan bahan pilihan, halal, ber-BPOM, serta sudah uji laboratorium. Ini produk yang harus kita banggakan,” tegasnya.
Berdayakan Perempuan dan Dorong Inovasi Kuliner
Pemilik Dapoer Fathaya menyambut hangat kunjungan dan perhatian langsung dari Ketua GOW Cilegon. Menurutnya, dukungan pemerintah daetah memberi motivasi kuat bagi kaum perempuan untuk tetap berdaya dari rumah.
“Beliau sosok yang sangat menginspirasi, khususnya untuk mendorong wanita agar tetap berkarya dan berdaya dari rumah demi membantu perekonomian keluarga,” ungkap pemilik Dapoer Fathaya.
Saat ini, Dapoer Fathaya telah mendistribusikan produknya ke sejumlah gerai frozen food seperti Freshmart Cibeber dan Kedai Fresh Mama Ima, serta aktif dalam berbagai ajang bazar daerah.
Di lokasi kedua, pengembang usaha Rabeg T’enG, Heriyah, membagikan rekam jejak usahanya. Mengawali kiprah dari bazar lokal pada 2020, usahanya melesat setelah mengikuti pelatihan inkubasi DinkopUKM Kota Cilegon pada 2023.
Heriyah mengemas hidangan khas rabeg menggunakan bahan dasar daging sapi agar menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui uji laboratorium di SIG Bandung, kemasan Rabeg T’enG mampu bertahan hingga 367 hari.
“Kami mengambil bahan baku daging dari pasar yang terhubung dengan Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan dipotong oleh Juru Sembelih Halal (Juleha),” terang Heriyah.
Selain kuliner olahan, Heriyah turut memproduksi keripik ganjat hingga sabun pembersih kebutuhan rumah tangga dan kendaraan. Usahanya kini rutin membuka lapangan kerja dan memfasilitasi mahasiswa magang setiap tahun.
Pemkot Cilegon melalui DinkopUKM memastikan akan terus mendampingi para pelaku usaha secara konsisten melalui serangkaian program prioritas yaitu fasilitasi legalitas dengan membantu percepatan sertifikasi halal, BPOM, dan izin usaha,pelatihan dan inkubasi diantaranya meningkatkan keterampilan teknis serta daya simpan produk serta perluasan akses pasar yaitu membuka jalan kemitraan industri lokal hingga promosi skala mancanegara.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu mengangkat posisi UMKM lokal sekaligus membuktikan bahwa produk unggulan Cilegon siap menguasai pasar nasional dan internasional.(PSR)



