Cilegon

Harga Cabai Merah Keriting di Cilegon Tembus Rp 80.000 per Kg, Ibu Rumah Tangga Pusing

9
×

Harga Cabai Merah Keriting di Cilegon Tembus Rp 80.000 per Kg, Ibu Rumah Tangga Pusing

Sebarkan artikel ini
Cabai Merah Keriting.Foto:net

SEBARINDO.COM-Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Cilegon, Banten, mengalami kenaikan cukup tinggi. Lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai merah keriting yang kini menyentuh angka Rp 80.000 per kilogram.

Padahal, sehari sebelumnya harga cabai merah keriting masih berada di kisaran Rp 66.000 per kilogram. Kenaikan drastis sebesar Rp 14.000 hanya dalam kurun waktu 24 jam tersebut langsung memicu keluhan dari masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional.

Fitri, seorang warga Bukit Baja Sejahtera, mengaku terkejut saat mendapati harga cabai merah keriting melonjak tajam ketika berbelanja di Pasar Blok F Cilegon.

“Waduh, harganya tinggi sekali sekarang. Masa harga cabai sampai Rp 80.000 per kilo? Semua harga-harga pada naik, pusing saya. Sementara uang belanja dari suami tetap, ya harus dipinter-pinterin aja lah,” ujar Fitri dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan data pantauan di lapangan, pergerakan harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Kota Cilegon menunjukkan variasi cukup signifikan. Di Pasar Baru Cilegon, harga cabai berada di tingkat Rp 60.000 per kilogram. Sementara di Pasar Blok F menyentuh Rp 75.000 per kilogram, dan lonjakan tertinggi terjadi di Pasar Baru Merak yang menembus angka Rp 80.000 per kilogram.

Menanggapi gejolak harga tersebut, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon, Dedi Jauhari, mengonfirmasi adanya kenaikan komoditas cabai di beberapa titik pasar.

Menurut Dedi, lonjakan harga cabai merah keriting di Kota Cilegon bukan dipicu oleh kelangkaan barang secara menyeluruh, melainkan akibat adanya kendala pada alur pasokan.

“Kenaikan harga itu diakibatkan oleh distribusi saja, sebab di pasar lain harga masih normal,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, pasokan komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Cilegon selama ini didatangkan dari beberapa wilayah sentra pengumpul, salah satunya berasal dari Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang.

Ia menambahkan, pihak Disperindag Kota Cilegon terus melakukan pemantauan rutin di lapangan untuk memastikan hambatan rantai distribusi dapat segera teratasi, sehingga pasokan komoditas pangan kembali lancar dan harga di tingkat konsumen kembali stabil.(*)