Cilegon

Lakukan Sidak di Pelabuhan Merak, Danlanal Banten Ingatkan Pentingnya Alat Keselamatan Kapal Ro-Ro

31
×

Lakukan Sidak di Pelabuhan Merak, Danlanal Banten Ingatkan Pentingnya Alat Keselamatan Kapal Ro-Ro

Sebarkan artikel ini
Danlanal Banten,Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani memeriksa buoy signal.Foto:poesaputra-sebarindo.com

SEBARINDO.COM-Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten, Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap alat-alat keselamatan kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) dan kelengkapan lainnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Jumat (30/10/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh armada penyeberangan serta menekankan pentingnya kelengkapan sarana keselamatan pelayaran di lintasan Merak–Bakauheni.

Dalam kegiatan ini, pangkalan TNI AL Banten menggandeng Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.

Dua Kapal Motor Penyeberangan (KMP) dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh, yakni KMP Eirine dan KMP Portlink III.

“Pemeriksaan dimulai dari sarana keselamatan seperti life jacket, liferaft, buoy signal, apakah semuanya masih berlaku, apakah sudah dilakukan perawatan inspeksi rutin, dan perpanjangan penggunanya,” ujar Wawan.

Tak hanya sampai disana, pemeriksaan juga menyasar aspek legalitas dan kelaikan armada melalui dokumen resmi kapal.

“Termasuk dengan kapalnya sendiri yang diinspeksi melalui dokumen kapal. Kapan kapal itu melakukan docking terakhir, kapan kapal itu diklasifikasi ulang. Kegiatan itu melibatkan BKI dan KSOP, jadi semuanya kita antisipasi dan kita cek,” tegasnya.

Hasil Pemeriksaan

Kapal pertama yang diperiksa adalah KMP Eirine (ex Bo Yang 1). Kapal buatan Tiongkok yang mulai melayani lintasan Merak–Bakauheni pada 2024 itu diperiksa mulai dari sekoci, liferaft, suar, hingga dokumen penunjang. Dari hasil pemeriksaan, seluruh peralatan dinyatakan sesuai standar dan masa berlaku liferaft belum kedaluwarsa.

Selanjutnya, petugas memeriksa KMP Portlink III milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang baru saja selesai menjalani proses docking pada Juni 2026.

Hasil inspeksi mencatat kapal tersebut dilengkapi sarana keselamatan yang memadai, meliputi 4 unit sekoci berkapasitas masing-masing 85 penumpang, 56 unit liferaft terpasang di sisi kiri dan kanan kapal dengan kapasitas 25 orang per unit, serta 1 unit rescue boat.

Persiapan Hadapi Nataru dan Mudik

Wawan menegaskan, sidak bertujuan meningkatkan kewaspadaan (awareness) seluruh pelaku penyeberangan, mulai dari manajemen penyedia jasa hingga kru kapal, agar selalu patuh pada prosedur operasional standar.

Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani memeriksa dokumen kapal.Foto:poesaputra-sebarindo.com

Langkah ini juga menjadi persiapan awal menjelang lonjakan penumpang pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang tersisa sekitar satu setengah bulan lagi, serta persiapan arus mudik mendatang.

“Dan harus kita ingat dalam waktu dekat, kurang lebih satu bulan setengah, kita sudah harus bersiap untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru. Jangankan event tahun depan seperti arus mudik, di setiap kegiatan sehari-hari berkaitan dengan penyeberangan penumpang pun kita tidak berharap adanya kecelakaan,” kata Wawan.

Ia menambahkan, kunci dari keselamatan pelayaran adalah kesiapan personel dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Salah satu upayanya adalah dengan menjaga kesiapsiagaan dari pengawak, operator, dan memastikan bahwa semua sarana yang dipergunakan sudah sesuai dengan ketentuannya,” tuturnya.