SEBARINDO.COM– Wali Kota Cilegon Robinsar, meraih penghargaan Kepala Daerah Berprestasi kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat Kota se-Jawa – Bali. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Jawa – Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Bali, Jumat (28/8/2026).
Berkat pencapaian tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon diganjar hadiah berupa bantuan pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurut Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pemberian penghargaan ini ditujukan kepada pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat serta pro terhadap kebijakan pembangunan perumahan bagi masyarakat.
“Penghargaan untuk Pemda yang pro kebijakan pembangunan perumahan. Ini dalam bentuk bedah rumah (Rutilahu) nilainya adalah Rp 20 juta per rumah, jika dapat 200 tinggal dikalikan saja nilainya,” kata Tito saat memberikan sambutan di Bali kemarin.
Tito menambahkan, terdapat 192 pemenang pada penilaian batch II ini dengan total nilai apresiasi mencapai Rp 225 miliar. Ada empat kategori yang dinilai, meliputi pengelolaan sampah dan lingkungan asri, akses dan kualitas layanan kesehatan, akses pendidikan dan layanan publik, serta implementasi program 3 juta rumah layak huni.
Untuk kategori program 3 juta rumah, Cilegon berhasil meraih Juara III tingkat kota se-Jawa – Bali.
“Ini gambaran jika banyak kepala daerah yang bagus dan berprestasi. Saya ucapkan selamat, jangan sampai branding-nya kepala daerah buruk. Ternyata banyak yang bekerja untuk rakyat,” tegas Tito.
Prioritaskan Anggaran untuk Kemanusiaan
Menanggapi raihan penghargaan tersebut, Wali Kota Cilegon Robinsar mengungkapkan bahwa pihaknya tidak berpuas diri dan memasang target lebih besar untuk pengentasan Rutilahu di wilayahnya.
“Kami menargetkan membangun kurang lebih 500 unit yang bersumber dari APBD serta kolaborasi kerja sama dengan stakeholder lainnya seperti Baznas dan CSR industri,” ujar Robinsar.
Menurut Robinsar, pembangunan Rutilahu bukan sekadar program kerja fisik semata, melainkan persoalan kemanusiaan yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
“Kami ingin memastikan di Cilegon tidak boleh ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tidak layak. Karena semuanya saling berkaitan, baik untuk kesehatan maupun kesejahteraan,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak akan menjadi penghalang bagi Pemkot Cilegon untuk menghadirkan hunian yang layak.
“Sekalipun dalam situasi keterbatasan anggaran, program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap akan kami prioritaskan,” kata Robinsar.
Capaian Pembangunan Rutilahu Cilegon
Berdasarkan data Pemkot Cilegon, pada tahun 2025 lalu pihaknya telah berhasil merehabilitasi 173 unit Rutilahu dengan total anggaran Rp 5,055 miliar.Capaian tersebut berasal dari skema kolaborasi, meliputi Program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (Saban Juare) sebanyak 70 unit dengan nilai Rp2,1 miliar,Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) melakukan rehabilitasi sebanyak 44 unit dengan anggaran Rp1,32 miliar serta Baznas Kota Cilegon yang merombak sebanyak 59 unit dengan total biaya Rp1,635 miliar.
Sementara pada tahun 2026, Pemkot Cilegon menargetkan pembangunan 147 unit Rutilahu melalui APBD dan program Saban Juare senilai Rp4,56 miliar, yang juga diperkuat oleh dukungan anggaran APBN sebanyak 494 unit senilai Rp9,88 miliar. Penilaian Kemendagri mencatat Pemkot Cilegon unggul dalam tata kelola pembangunan permukiman berkelanjutan serta inovasi penyediaan hunian yang kolaboratif.(PSR/rls)












