Berita

HANI 2025,Ini Upaya BNNK Cilegon Mencegah dan Memberantas Peredaran Narkotika

257
×

HANI 2025,Ini Upaya BNNK Cilegon Mencegah dan Memberantas Peredaran Narkotika

Sebarkan artikel ini
Kepala BNNK Cilegon, Raden Bogie Setia Perwira Nusa.Foto:poesaputra-sebarindo.com

SEBARINDO.COM-Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon, terus menunjukkan upayanya dalam pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di Kota Baja. Dengan strategi komprehensif P4GN, BNNK Cilegon memfokuskan pada dua pilar utama yaitu mencegah masyarakat terjerumus dan memulihkan mereka yang sudah terjerat.

Hal itu disampaikan Kepala BNNK Cilegon Raden Bogie Setia Perwira Nusa, di Kantor BNNK Cilegon usai zoom meeting peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 di TMII,Jumat malam (26/6/2025)

Menurut Raden, pendekatan yang dilakukan BNNK Cilegon didasarkan pada empat pilar yaitu preventif, kuratif, represif, dan promotif.

“Ini salah satu strategi  yang dirancang untuk memutus rantai permasalahan narkotika  dari hulu ke hilir,”ujarnya

Di garda terdepan, upaya preventif menjadi kunci. BNNK Cilegon tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membentengi diri dari bahaya narkoba. “Kami hadir di kawasan rawan untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi,” ungkap Raden Bogie.

Tujuannya jelas, agar peredaran gelap narkoba tak lagi punya tempat di tengah komunitas.

Sementara, bagi mereka yang sudah terpapar, BNNK Cilegon punya solusi kuratif melalui rehabilitasi. Raden Bogie menegaskan bahwa pecandu narkoba adalah individu yang sakit dan membutuhkan pemulihan, agar hak-hak sipilnya kembali pulih dan bisa berinteraksi normal dengan masyarakat.

Salah satu inisiatif penting adalah pembentukan Lembaga Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (IBM). Program nasional ini digerakkan “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”, mereka berperan sebagai ujung tombak untuk menjangkau populasi tersembunyi yang enggan mencari bantuan.

Pemetaan Wilayah Rawan dan Tantangan Stigma Sosial

Dalam menjalankan fungsi represif, BNNK Cilegon aktif melakukan pemetaan dan penggalangan informasi terkait peredaran narkoba. Namun, sejak dua tahun terakhir, penanganan operasi penangkapan skala besar telah ditarik ke BNNP Banten.

“Dua tahun anggaran sudah ditarik ke provinsi, jadi kami hanya melakukan surveilans yang hasilnya dilaporkan ke provinsi,” jelas Raden Bogie.

Peran BNNK Cilegon kini lebih banyak pada pengumpulan data intelijen untuk ditindaklanjuti.Seluruh upaya ini didukung oleh pendekatan promotif, yaitu penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat. Tes urine dan sosialisasi bahaya narkotika di sekolah serta komunitas menjadi agenda rutin yang tak terpisahkan.

Diakui Raden Bogie, adanya tantangan besar, terutama stigma negatif yang masih melekat pada penyalahguna narkotika.Menurutnya, perlu menekankan pentingnya edukasi untuk mengubah cara pandang masyarakat.

“Masyarakat saat ini masih malu, atau pun itu aib bila ada anggota keluarga terjerat dalam narkoba. Itu kan orang sakit yang perlu direhabilitasi, dipulihkan kembali agar hak-hak sipilnya kembali pulih dan bisa bersosialisasi,” ujarnya.

Data BNNK Cilegon, menunjukkan hingga Juni ini, tercatat 18 orang sedang menjalani rehabilitasi, ini mendekati angka 20 orang pada tahun lalu.Raden Bogie menilai, kecenderungan angkanya akan meningkat.

Raden Bogie menegaskan bahwa BNNK Cilegon tidak bisa berjuang sendirian dalam memerangi P4GN. “Masalah ini perlu kerja sama semua pihak, BNNK Cilegon tidak bisa berdiri sendiri mengurangi atau menghilangkan P4GN,” pungkasnya.(PSR)