BeritaPemerintahan

Cilegon Kantongi SiLPA Rp80 Miliar, Wakil Wali Kota: Jangan Menganggarkan Berdasarkan Asumsi

268
×

Cilegon Kantongi SiLPA Rp80 Miliar, Wakil Wali Kota: Jangan Menganggarkan Berdasarkan Asumsi

Sebarkan artikel ini
Taman Landmark Kota Cilegon.Foto:ist

SEBARINDO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp80 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Angka ini muncul berkat capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target serta langkah efisiensi pada belanja daerah.

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi pelaksanaan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di aula Setda Pemkot Cilegon, Senin (5/12/2026).

Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menjelaskan, SiLPA tersebut merupakan hasil dari pengelolaan keuangan yang disiplin sepanjang tahun 2025.

“PAD Cilegon secara keseluruhan melebihi target, di atas 100 persen. Selain itu, belanja-belanja yang tidak terlalu penting kami efisiensikan, sehingga menghasilkan SiLPA yang cukup,” ujar Aziz.

Aziz juga menyebutkan, evaluasi ini dilakukan untuk memetakan kinerja OPD yang masih kurang optimal, terutama dari sisi perencanaan, administrasi, dan ketepatan waktu pengerjaan program.

Kritik Perencanaan Berbasis Asumsi        

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo memberikan catatan tegas terkait sistem penganggaran. Ia meminta seluruh kepala OPD untuk meninggalkan pola perencanaan yang hanya berdasarkan asumsi.

Fajar menekankan pentingnya penggunaan “kertas kerja” yang transparan agar setiap rupiah yang dianggarkan memiliki dasar perhitungan yang kuat.

“Ke depan, potensi pendapatan harus benar-benar dihitung dengan kertas kerja yang jelas. Jangan berasumsi. Semua harus realistis dan sesuai kondisi lapangan,” tegas Fajar.

Tak hanya soal pendapatan, Fajar juga menyoroti harga satuan belanja di tiap OPD. Ia menginginkan adanya sinkronisasi antara anggaran dengan harga pasar untuk menghindari terjadinya pemborosan.

Menurutnya, penganggaran yang jauh di atas harga pasar berisiko merugikan efektivitas keuangan daerah.

“Kalau di pasaran harganya segitu, jangan sampai dianggarkan jauh lebih tinggi. Kami ingin anggaran benar-benar efektif dan fokus pada kebutuhan, bukan keinginan,” ucapnya.

Rapat evaluasi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, Plt Sekda Ahmad Aziz Setia Ade Putra, serta seluruh jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkot Cilegon.

Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar utama bagi Pemkot Cilegon dalam menyusun perencanaan anggaran tahun berikutnya agar lebih akurat dan tepat sasaran.(PSR)