Berita

Banten Bidik Juara PON 2032, Andra Soni Pacu Atlet Muda di Popda XII

7
×

Banten Bidik Juara PON 2032, Andra Soni Pacu Atlet Muda di Popda XII

Sebarkan artikel ini
Gubbernur Banten Andra Soni didampingi Wali Kota Cilegon Robinsar menyalakan api sebagai tanda resmi di mulainya Popda XII Banten di Lapang Geger Cilegon Kota Cilegon,Kamis (11/6).Foto:ist

SEBARINDO.COM=Gubernur Banten, Andra Soni, resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Paperda) IX Provinsi Banten Tahun 2026. Upacara pembukaan yang meriah ini berlangsung di Stadion Geger Cilegon, Kamis (11/6/2026).

Pemerintah Provinsi Banten merancang ajang olahraga pelajar terbesar se-Provinsi Banten ini sebagai strategi jangka panjang untuk menjaring sekaligus melahirkan generasi atlet baru. Langkah ini merupakan fondasi awal guna mencetak atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Banten pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXXII Tahun 2032 mendatang, di mana Banten akan bertindak sebagai tuan rumah bersama Lampung.

Di hadapan tiga ribu atlet pelajar yang memadati stadion, Andra Soni membakar semangat para peserta dengan menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan prestasi olahraga Banten.

“Semangat kompetisi sehat dan sportivitas tinggi yang para atlet tunjukkan hari ini merupakan modal utama kita untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Andra Soni.

Rekor Sejarah Popnas Jadi Pemacu

Optimisme sang Gubernur bukan tanpa alasan. Prestasi olahraga pelajar Banten tengah menunjukkan tren positif yang sangat signifikan. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) sebelumnya, kontingen Banten sukses mengukir sejarah baru dengan menembus peringkat kelima besar nasional, ini merupakan sebuah pencapaian tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Provinsi Banten.

Andra menegaskan, bahwa Popda dan Paperda bukan sekadar seremonial untuk memperebutkan kepingan medali semata. Lebih dari itu, ajang ini memegang peranan krusial dalam membentuk modal sosial para generasi muda.

“Popda bukan sekadar ajang meraih medali. Ini adalah proses pembinaan karakter, pembentukan disiplin, mental juang, sekaligus wadah utama untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda terbaik yang Banten miliki,” tegasnya.

Namun, ia juga mengingatkan para atlet muda bahwa bakat alami saja tidak akan cukup untuk mengantarkan mereka ke podium tertinggi. Menjadi atlet berprestasi, menurut Andra, menuntut komitmen yang kuat, kedisiplinan yang tinggi, kerja keras tanpa lelah, kepatuhan penuh kepada instruksi pelatih, serta konsistensi dalam berlatih.

Investasi Jangka Panjang Menuju PON 2032

Pemerintah Provinsi Banten menempatkan para atlet yang berlaga tahun ini ke dalam program persiapan jangka panjang. Mereka diproyeksikan untuk memperkuat Banten pada Popnas 2027, PON 2028, hingga puncaknya pada PON XXXII Tahun 2032.

“Persiapan para atlet juara untuk PON 2032 wajib kita mulai dari sekarang. Prestasi olahraga yang gemilang tidak pernah lahir secara instan, melainkan tumbuh melalui proses pembinaan berjenjang yang panjang, konsisten, didukung kompetisi berkala, serta fasilitas yang memadai,” lanjut Andra.

Ia juga meminta para ofisial dan pendamping atlet untuk memberikan keteladanan yang baik dalam menjunjung tinggi disiplin. Seluruh kontingen diharapkan dapat menyikapi apa pun hasil pertandingan dengan dewasa, serta menjadikan kompetisi ini sebagai sarana evaluasi dan penguatan karakter diri.

Andra mengingatkan bahwa ekosistem olahraga yang sehat membutuhkan kerja bersama yang sinergis antara atlet, pelatih, orang tua, sekolah, pengurus cabang olahraga, KONI, pemerintah daerah, sektor swasta, media, hingga masyarakat luas. Ia juga meminta seluruh kepala daerah di Banten memperkuat pembinaan olahraga di wilayah masing-masing karena olahraga kini menjadi salah satu indikator daya saing daerah.

Kota Cilegon Siap Berikan Pelayanan Terbaik

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Banten yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Kota Cilegon untuk mengemban amanah sebagai tuan rumah dua ajang besar ini.
Robinsar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen penuh memberikan pelayanan paling maksimal agar seluruh kontingen dari kabupaten/kota se-Banten dapat bertanding dengan aman, nyaman, dan lancar. Ia mengajak semua pihak saling mendukung demi kesuksesan turnamen ini.

“Kami berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet andalan Banten yang mampu menembus prestasi nasional maupun internasional. Para atlet tidak hanya bertanding untuk mengejar medali, tetapi juga untuk saling menghormati dan mempererat silaturahmi,” tutur Robinsar.

Sebagai informasi, Popda XII dan Paperda IX Banten ini berlangsung selama sepekan, yakni pada 11-17 Juni 2026. Sebanyak 3.000 peserta yang terdiri atas 2.429 atlet, 410 pelatih, dan 161 ofisial berpartisipasi dalam agenda ini.
Panitia menyediakan 1.096 keping medali yang terdiri dari 320 medali emas, 320 medali perak, dan 456 medali perunggu. Untuk memastikan kompetisi berjalan adil, panitia juga melibatkan 718 petugas pertandingan, termasuk puluhan Technical Delegate, dewan hakim, serta 307 wasit/juri.

Sebanyak 26 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan pada Popda XII ini, di antaranya atletik, renang, sepak bola, pencak silat, bola voli, bulu tangkis, hingga panjat tebing. Seluruh pertandingan berlangsung di 20 venue di Kota Cilegon, seperti Stadion Geger Cilegon, GOR Asa Sport Center, Situ Rawa Arum, hingga arena panjat tebing Grup 1 Kopassus.

Melalui pelaksanaan Popda XII dan Paperda IX Tahun 2026 ini, Provinsi Banten kembali menegaskan langkah nyata dan keseriusannya dalam meletakkan batu pertama pembangunan fondasi olahraga pelajar demi mencetak sang juara di masa depan.(PSR)