Berita

Wali Kota Cilegon Robinsar: CSR Industri Jangan Didistribusikan Jauh-jauh

235
×

Wali Kota Cilegon Robinsar: CSR Industri Jangan Didistribusikan Jauh-jauh

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo berfoto bersama Forum CSR Kota Cilegon yang baru dikukuhkan di Hotel The Royale Krakatau,Kamis (12/2).Foto:Diskominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COM-Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyinggung kalangan industri agar lebih peduli terhadap persoalan mendasar di wilayahnya sendiri. Ia meminta perusahaan-perusahaan di Cilegon tidak menyalurkan bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) ke luar daerah, sementara masih ada sekolah rusak dan rumah tidak layak huni di depan mata.

“Tolong CSR-nya jangan jauh-jauh didistribusikannya. Di Cilegon masih banyak PR yang harus kita selesaikan,” ujar Robinsar saat mengukuhkan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau Forum CSR Kota Cilegon periode 2023–2028 di Hotel The Royale Krakatau, Kamis, (12/2/2026).

Dalam arahannya, Robinsar memaparkan kondisi lapangan yang kontras dengan status Cilegon sebagai kota industri besar. Ia menyoroti minimnya ruang kelas yang memaksa siswa harus bergantian sekolah antara pagi dan siang hari.
Selain pendidikan, masalah hunian warga juga menjadi sorotan. “Masih ada warga yang rumahnya bocor saat hujan dan tidak layak huni. Ini menjadi atensi kita bersama,” katanya.

Menurut Robinsar, keterlibatan industri adalah kunci. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan stakeholder. Ia berharap Forum CSR yang diisi oleh para profesional ini memiliki “niat yang lurus” untuk membantu masyarakat.

“Kalau sudah cinta, semuanya akan diberikan dengan penuh tanggung jawab. Kita ingin ada simbiosis mutualisme. Kalau industrinya hidup, insyaallah Cilegon juga hidup,” ucapnya.

Sinergi, Bukan Intervensi

Ketua Forum CSR Kota Cilegon yang baru dikukuhkan, Saeful Rochman, memastikan bahwa forum ini hadir bukan untuk mengintervensi atau mengambil alih wewenang perusahaan. Ia menyebut forum ini sebagai ruang sinergi untuk menyelaraskan niat baik perusahaan dengan visi pembangunan “Cilegon Juare”.

“Forum ini adalah ruang sinergi, bukan ruang komando. Kami mempertemukan niat baik dan memastikan kontribusi sosial perusahaan berjalan searah dengan pembangunan kota,” kata Saeful.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Irham, menambahkan bahwa kepengurusan forum ini telah melibatkan unsur yang luas, mulai dari industri, akademisi, hingga media massa. Tujuannya agar program CSR bisa terdistribusi secara adil di 8 kecamatan dan 43 kelurahan di Cilegon.

Forum ini diharapkan menjadi jawaban atas tumpang tindihnya program sosial di masa lalu, sehingga ke depan, bantuan yang dikucurkan dunia usaha bisa lebih terukur dalam menekan angka kemiskinan dan memperbaiki infrastruktur dasar di Kota Baja tersebut.(PSR/rls)