Nasional

Cek Kesehatan Gratis Dorong Deteksi Dini Penyakit Sejak Usia Sekolah

108
×

Cek Kesehatan Gratis Dorong Deteksi Dini Penyakit Sejak Usia Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di sekolah. Pada 2026 CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan. Foto: Kementerian Kesehatan

SEBARINDO.COM-Hasil evaluasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama satu tahun, menunjukkan sejumlah masalah kesehatan mulai muncul pada anak usia sekolah, terutama gangguan kesehatan gigi dan hipertensi yang perlu ditindaklanjuti.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Asnawi Abdullah mengatakan secara nasional, pelaksanaan CKG telah diikuti lebih dari 25 juta siswa dan dilaksanakan di lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

“Melalui penguatan tindak lanjut pemeriksaan dan pendekatan preventif CKG diarahkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang pembangunan kesehatan yang dimulai dari lingkungan sekolah,” kata Asnawi melalui keterangan resmi seperti dikutip sebarindo.com dari infopublik, Jumat (13/2/2026)

Lanjutnya, pada tahun 2026 CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan.Melalui pelaksanaan CKG di sekolah dan wilayah, program ini tidak hanya berfungsi sebagai skrining kesehatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan sejak dini, pembentukan kesadaran hidup sehat, serta pendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, lebih dari 90 persen sekolah telah melaksanakan CKG dari total 198 sekolah yang ada di kecamatan Tanjung Priok. Capaian ini menjadi bagian dari peringatan satu tahun pelaksanaan CKG.Kepala Puskesmas Tanjung Priok, dr. Vita, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG di wilayahnya telah menjangkau mayoritas satuan pendidikan.

“Hari ini merupakan peringatan satu tahun pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis. Dari 198 sekolah yang ada di Kecamatan Tanjung Priok, lebih dari 90 persen sudah melaksanakan CKG,” ujar dr. Vita.

Dampak program CKG juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Nathan (16), siswa Sekolah IPEKA Sunter yang telah mengikuti CKG untuk kedua kalinya, mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan membantunya mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dini.

“Saya mendapatkan masukan dari beberapa dokter, salah satunya kondisi mata saya yang menganjurkan saya untuk segera ke dokter karena faktanya memang minusnya bertambah banyak. Terima kasih untuk program ini, dan saya merasa terbantu,” ujar Nathan.

Hal serupa juga disampaikan Callista (17), siswi Sekolah IPEKA Sunter. Ia menyebut bahwa pemeriksaan kesehatan memberikan pemahaman baru tentang kondisi kesehatannya serta mendorong perubahan pola hidup. “Melalui CKG akhirnya saya tahu bahwa mata saya ada sedikit kekurangan dalam melihat jarak jauh dan dianjurkan untuk memakan buah dan sayur serta semakin rajin berolahraga. Menurut saya CKG ini bermanfaat untuk saya,” kata Calista.

Kemenkes menempatkan CKG sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan jangka panjang yang dimulai dari lingkungan pendidikan dan komunitas, dengan pendekatan preventif, deteksi dini, dan tindak lanjut pemeriksaan kesehatan.(PSR)