Budaya

Investasi Karakter Melalui Jurus Silat Bandrong: Ketika Prestasi dan Tradisi Menyatu di Cilegon

68
×

Investasi Karakter Melalui Jurus Silat Bandrong: Ketika Prestasi dan Tradisi Menyatu di Cilegon

Sebarkan artikel ini
Seorang peserta kategori perseorangan sedang menunjukan jurus silat Bandrong dalam Festival Seni Pencak Silat .Foto:poesaputra-sebarindo.com

SEBARINDO.COM-Even Festival Seni Pencak Silat, yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perguruan Pencak Silat Bandrong Kecamatan Cilegon, yang digelar di halaman parkir Pasar Blok F, Sabtu (9/5/2025) bukan hanya sekadar ajang unjuk ketangkasan fisik. Di balik riuh rendah musik kendang, terpancar sebuah visi besar, membangun generasi emas Cilegon yang tangguh secara mental dan unggul secara akademis melalui jalur prestasi non-akademik.

Dalam dunia pendidikan modern, prestasi tidak lagi hanya diukur dari angka-angka di atas kertas rapor. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa seni bela diri tradisional seperti Bandrong adalah laboratorium pembentukan karakter.
Melalui tiga kategori yang dilombakan yaitu rampak, tunggal atau perseorangan dan kategori double para peserta didik yang juga para pesilat diajarkan nilai-nilai yang menjadi pilar utama pendidikan.

Kategori rampak mengajarkan pentingnya kolaborasi dan disiplin kolektif, kategori tunggal melatih kemandirian dan kepercayaan diri di bawah tekanan dan kategori double mengasah sportivitas dan rasa saling percaya antar rekan.

Pintu Gerbang Jalur Prestasi

Menurut ketua panitia Syach Gulam Reza, suksesnya penyelenggaraan even ini membawa angin segar bagi para pelajar di tingkat SD, SMP, hingga SMA di wilayah Cilegon dan sekitarnya. Sertifikat dan predikat juara dari festival resmi seperti ini merupakan “tiket emas” bagi para anak didik untuk menembus sekolah-sekolah unggulan melalui Jalur Prestasi.

“Kami ingin para orang tua melihat bahwa menekuni pencak silat bukan hanya soal belajar bela diri, tapi juga investasi masa depan. Prestasi di gelanggang Bandrong ini bisa membantu mereka meraih pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Ditambahkan dia, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Dinas Pendidikan Kota Cilegon supaya dinas melihat potensi siswa selain jalur akademik juga melihat jalur prestasi.

“Insya Allah pihak Dinas Pendidikan menyambut positif kegiatan ini.Kami kolaborasikan antara budaya dan pendidikan,” kata Syah Gulam Reza.

Dalam even itu juga (DPC) Perguruan Pencak Silat Bandrong Kecamatan Cilegon memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu.

Kategori Tarung

Sementara, menurut sekretaris festival A.Tohidin Munif kedepan direncanakan akan ditambah kategori tarung atau fighter.Even ini diharapkan mampu memicu sekolah-sekolah di Kota Cilegon untuk semakin memperkuat kegiatan ekstrakurikuler silat.

“ Jika seni Bandrong masuk ke dalam ekosistem pendidikan secara formal dan konsisten, maka Cilegon tidak akan kekurangan talenta muda yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Peserta dengan kategori rampak jurus silat Bandrong.Foto:poesaputra-sebarindo.com

Festival Seni Pencak Silat Bandrong 2025 mengirimkan pesan kuat kepada kita semua bahwa melestarikan tradisi berarti memberikan ruang bagi anak didik untuk berprestasi. Di tangan para pendekar muda inilah, marwah Cilegon sebagai Kota Jawara akan tetap terjaga, selaras dengan kemajuan pendidikan zaman sekarang.

Di tengah gempuran ketergantungan pada gadget dan risiko kenakalan remaja, Festival Seni Pencak Silat Bandrong hadir sebagai antitesis yang positif. Anak didik dialihkan energinya untuk menekuni aktivitas yang menyehatkan fisik sekaligus memperkaya wawasan budaya. Ini adalah bentuk pendidikan karakter di luar kelas yang mampu membentuk mentalitas “Jawara” yakni mentalitas yang tidak mudah menyerah, menghormati orang tua, guru,pelatih, dan memiliki jati diri yang kuat.(PSR)