SEBARINDO.COM-Proses seleksi calon Komisaris Independen PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) kini memasuki tahap yang krusial. Panitia Seleksi (Pansel) menargetkan penentuan enam besar kandidat terbaik akan rampung paling lambat 6 Juni 2026.
Langkah ini menjadi babak baru bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Cilegon tersebut. Figur yang terpilih nantinya mengemban misi besar, membawa PT PCM menjadi perusahaan yang bermartabat sekaligus mampu melipatgandakan dividen demi kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon.
Sebelumnya, sebanyak 16 peserta telah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang melibatkan tim psikotes serta tim pakar. Nilai dari seluruh rangkaian ujian tersebut akan diakumulasikan untuk menentukan peringkat enam besar.Anggota Pansel Calon Komisaris Independen PT PCM, Syaeful Bahri, mengungkapkan bahwa tim psikolog dan tim pakar telah mengirimkan hasil penilaian kepada Pansel.
“Tinggal Pansel pleno melakukan rekap dan input totalitas, berapa nilai rata-rata ranking, dan enam orang akan diambil,” ujar Syaeful, Senin (1/6/2026).
Syaeful menjelaskan, penyaringan menjadi enam nama ini telah sesuai dengan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 tentang BUMD. Aturan tersebut mewajibkan jumlah calon minimal tiga kali lipat dari posisi yang dibutuhkan. Karena PT PCM mencari dua posisi Komisaris Independen, maka batas minimal yang harus diserahkan adalah enam orang.
Jadwal pelaksanaan pleno ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Ketua Pansel, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra. Meski batas akhir adalah 6 Juni, Pansel berharap pleno dapat dipercepat.
Menanti Komitmen Dividen dan Tata Kelola Bermartabat
Setelah enam nama terbaik dikantongi, mereka akan dihadapkan pada tantangan sesungguhnya, yaitu fit and proper test langsung bersama Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo selaku pemegang saham utama. Agenda wawancara ini dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 10 Juni 2026.
Tantangan terbesar bagi para komisaris independen terpilih ke depan bukan sekadar mengawasi jalannya roda perusahaan, melainkan bagaimana mereformasi PT PCM menjadi BUMD yang sehat dan akuntabel. Sebagai kota industri dan pelabuhan, Cilegon memiliki potensi logistik yang sangat besar. Lompatan kinerja PT PCM di masa depan sangat dinantikan agar kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen bisa digenjot secara signifikan.
Dividen inilah yang nantinya akan langsung dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program kesejahteraan, mulai dari peningkatan infrastruktur publik, layanan kesehatan, hingga penguatan program pendidikan daerah.Di sisi lain, publik juga menuntut hadirnya sosok komisaris yang mampu menjaga integritas korporasi. Dengan fungsi pengawasan yang independen dan bermartabat, komisaris terpilih diharapkan mampu mencegah praktik tata kelola yang menyimpang, memastikan transparansi, dan membangun iklim bisnis yang bersih di lingkungan BUMD Cilegon.(PSR)












