Berita

Kepala Balai TNUK Ardi Andono, Sampaikan Pernyataan World Heritage Site Managers’ Forum pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO

50
×

Kepala Balai TNUK Ardi Andono, Sampaikan Pernyataan World Heritage Site Managers’ Forum pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO

Sebarkan artikel ini

SEBARINDO.COM – Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Ardi Andono, mendapat kehormatan mewakili peserta 8th World Heritage Site Managers’ Forum (WHSMF) dalam Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Republik Korea, Selasa (21/7/2026).

Ardi dipercaya menyampaikan Statement of the 8th World Heritage Site Managers’ Forum di hadapan delegasi negara-negara anggota UNESCO, organisasi penasihat, serta peserta sidang.

Pernyataan tersebut merupakan hasil kesepakatan dari 74 pengelola Situs Warisan Dunia yang mewakili 66 situs dari 45 negara. Forum tahun ini mengusung tema “Connection and Communication: Participatory Approaches to Managing World Heritage”.
Dalam keterangannya, Ardi menegaskan bahwa keberhasilan keberlanjutan situs warisan dunia sangat dipengaruhi oleh pola tata kelola yang terbuka dan berbasis sains.

“Keberhasilan pengelolaan Situs Warisan Dunia sangat bergantung pada tata kelola yang inklusif, komunikasi yang efektif, pengambilan keputusan berbasis ilmu pengetahuan, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, masyarakat adat, akademisi, organisasi konservasi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ardi, dikutip sebarindo.com dari laman resmi Balai TN Ujung Kulon, Minggu (26/7/2026).

Melalui forum tersebut, Ardi menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada negara-negara anggota Konvensi Warisan Dunia. Rekomendasi tersebut antara lain, penguatan mekanisme koordinasi lintas sector,pengakuan peran strategis pengelola situs dalam proses pengambilan keputusan,penyediaan dukungan pendanaan serta peningkatan kapasitas pengelola dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab untuk mendukung konservasi.

Selain itu, forum juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan masyarakat lokal dan pemegang hak (rights-holders). Langkah ini dinilai krusial agar Outstanding Universal Value (Nilai Universal Luar Biasa) situs warisan dunia dapat dipahami dan diwariskan ke generasi mendatang.

Momentum Konservasi Badak Jawa

Kehadiran Indonesia dalam menyampaikan pernyataan resmi ini menjadi bentuk pengakuan internasional atas kontribusi aktif negara dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Badak Jawa ((Rhinoceros sondaicus),

Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen pelestarian Taman Nasional Ujung Kulon sebagai habitat alami terakhir Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), salah satu mamalia terlangka di dunia.

Keikutsertaan Kepala Balai TNUK dalam forum ini terlaksana atas dukungan mitra konservasi TNUK, yakni Alliance for Conservation of Endangered Species (ALERT) dan The EDGE. Support tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas pengelola dan memperluas jejaring konservasi internasional.(PSR/rls)