BeritaCilegon

Atasi Lonjakan Harga Bahan Pokok, Pemkot Cilegon Gelontorkan Sembako Murah di Lebakgede dan Tamansari

6
×

Atasi Lonjakan Harga Bahan Pokok, Pemkot Cilegon Gelontorkan Sembako Murah di Lebakgede dan Tamansari

Sebarkan artikel ini
ilustrasi net

SEBARINDO.COM-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon menggelar operasi pasar murah di dua wilayah pada Rabu dan Kamis ini. Pemerintah Kota Cilegon mengambil langkah intervensi langsung di Kelurahan Lebakgede dan Kelurahan Tamansari guna menekan lonjakan harga pangan sekaligus mengamankan daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah merancang langkah cepat ini untuk merespons kecenderungan naiknya harga kebutuhan pokok yang belakangan menguras kantong warga.

Melalui operasi pasar murah tersebut, Disperindag menggelontorkan berbagai komoditas bahan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar. Pemerintah Kota Cilegon berharap skema intervensi ini mampu menstabilkan pasokan bahan pangan di pasaran.

“Selain itu, operasi pasar murah juga diharapkan meredam inflasi daerah, dan memastikan warga tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar bulanan mereka tanpa terbebani harga tinggi,” ujar Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kota Cilegon, Dedi Jauhari, Selasa (28/7/2026).

Dedi menjelaskan bahwa Disperindag menjual sejumlah kebutuhan pokok dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, telur, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ayam beku (frozen).

Ia menegaskan, harga komoditas yang mereka tawarkan berada jauh di bawah harga pasar. Sebagai contoh, Disperindag menjual beras SPHP seharga Rp 57.000 per 5 kilogram, sedangkan harga di pasaran untuk jenis beras yang sama sudah menyentuh Rp 62.500 per 5 kilogram.

Selain beras, petugas menjual telur seharga Rp 24.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp 27.000 per kilogram.

“Untuk harga telur di pasaran memang naik sebab ada pengaruh dari pembelian SPPG,” kata Dedi.

Sementara itu, Disperindag mematok harga Minyakita sebesar Rp 15.500 per liter selama pelaksanaan operasi pasar murah tersebut.(PSR)