SEBARINDO.COM – Sekelompok mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Senin (15/9/2025).
Aksi ini merupakan respons atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan buruknya pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Meskipun hanya diikuti tujuh orang, aksi ini berhasil menarik perhatian publik.
Mereka melakukan orasi secara simbolis dan membentangkan sejumlah spanduk di pagar kantor sebagai wujud kekecewaan.
Menurut Ketua BEM STAK Cilegon, Syafa’atul Amin, aksi ini adalah bentuk fungsi kontrol sosial mahasiswa agar aparat kelurahan lebih transparan dan akuntabel.
Spanduk-spanduk yang dipasang memuat pesan-pesan menohok. Salah satunya bertuliskan “Wayahe Wali Kota Bebersih ASN Nakal” yang menyerukan agar Wali Kota Cilegon menindak tegas aparatur sipil negara (ASN) yang nakal.
Spanduk lain berbunyi “ASN Nakal Rakyat Jadi Korban” dan “Wong Mati Dipalaki Duit” yang menggambarkan penderitaan masyarakat akibat praktik pungli.
Aksi yang dimulai pukul 07.30 WIB ini tidak berlangsung lama. Pukul 08.30 WIB, Kapolsek Cibeber AKP Atep Mulyana langsung melakukan pendekatan persuasif.
Ia mengajak perwakilan mahasiswa untuk berdialog dan memfasilitasi tuntutan mereka dengan pihak kelurahan. Melalui “ngopi bareng”, Kapolsek Cibeber berusaha menjembatani komunikasi.
Setelah bernegosiasi, kegiatan unjuk rasa selesai pada pukul 09.15 WIB. (PSR)













