Berita

Sakit Tak Kenal Waktu, Puskesmas Cilegon Kini Siaga 24 Jam: Melayani dengan Hati dan Senyum

165
×

Sakit Tak Kenal Waktu, Puskesmas Cilegon Kini Siaga 24 Jam: Melayani dengan Hati dan Senyum

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cilegon Robinsar secara resmi meluncurkan layanan Puskesmas 24 Jam di Puskesmas Cilegon,Kamis (26/2/2026).Foto:Dok Diskominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COM-Pemerintah Kota Cilegon, resmi meluncurkan layanan Puskesmas 24 Jam sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Peresmian layanan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar di Puskesmas Cilegon, Kamis (26/2/2026).

Robinsar menegaskan, optimalisasi pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya. Ia berharap, Puskesmas dapat menjadi garda terdepan dalam menangani keluhan kesehatan warga sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Di masa kepemimpinan kami, insya Allah pelayanan kesehatan akan terus kita optimalkan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya Puskesmas, harus menjadi solusi utama sebelum masyarakat dirujuk ke rumah sakit,” ujar Robinsar.

Kebijakan ini diambil salah satunya untuk merespons tingginya angka kunjungan pasien di RSUD Cilegon. Robinsar mencatat, sekitar 90 persen pasien di RSUD merupakan pengguna BPJS Kesehatan.Dengan adanya layanan 24 jam di Puskesmas lanjut dia, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi langsung menuju rumah sakit untuk kasus-kasus yang sebenarnya bisa ditangani di tingkat dasar.

“Ini baru permulaan. Kita harus terus melakukan evaluasi dan sosialisasi. Jangan sampai kita punya program bagus, tapi masyarakat tidak tahu. Kuncinya sederhana, layani dengan hati dan senyum,” tegas Robinsar.

Ia juga menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk memasang penanda layanan 24 jam yang jelas di setiap Puskesmas serta memanfaatkan media sosial secara masif sebagai sarana informasi publik.

Rincian Layanan dan Capaian

Sementara, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa layanan Puskesmas 24 jam ini mencakup layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan persalinan.

“Saat ini Puskesmas tidak hanya melayani persalinan 24 jam, tetapi juga IGD 24 jam yang sebelumnya hanya beroperasi pada jam kerja,” jelas Ratih.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang tahun 2025, efektivitas layanan ini mulai terlihat dari angka kunjungan pasien.Layanan IGD 24 Jam melayani 27.550 pasien (dengan 3.683 pasien pada shift malam),layanan persalinan 24 Jam melayani 636 ibu melahirkan dan dokter keliling (Dokling) melayani 72 pasien di rumah masing-masing.

Khusus untuk layanan persalinan, saat ini telah tersedia di lima Puskesmas, yakni Puskesmas Ciwandan, Pulo Merak, Cibeber, Cilegon, dan Citangkil II. Data menunjukkan, tren persalinan justru paling banyak terjadi pada malam hari, yakni mencapai 278 persalinan.

Pemerataan Tenaga Medis

Guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga, Dinas Kesehatan Cilegon melakukan redistribusi tenaga kesehatan antar-Puskesmas. Hal ini dilakukan agar beban kerja merata dan masyarakat mendapatkan penanganan dari tenaga ahli yang cukup.
Selain itu, Pemkot Cilegon juga telah melengkapi fasilitas dengan puluhan alat kesehatan (alkes) baru, terutama untuk kebutuhan IGD dan ruang persalinan.

“Kami akan terus berupaya melayani dengan hati dan senyum, agar kehadiran layanan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Cilegon,” tutup Ratih.
Dengan peresmian ini, Pemkot Cilegon berharap akses kesehatan dasar menjadi lebih merata, terjangkau, dan responsif terhadap kebutuhan darurat warga di seluruh wilayah.(PSR)