Cilegon

Merajut Asa di Atas Jembatan Merah Putih Presisi Cilegon

40
×

Merajut Asa di Atas Jembatan Merah Putih Presisi Cilegon

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Purwakarta Iptu Sukanda bersama warga Tegal Bunder, usai melakukan pengecatan jembatan Merah Putih Presisi di Lingkungan Panasepan, RT 005, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta.Foto:poesaputra-sebarindo.com

SEBARINDO.COM – Deru mesin kendaraan dan langkah kaki anak-anak sekolah memecah keheningan pagi di Kampung Cigiceh, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Di atas Kali Tempe, sebuah jembatan sepanjang 15 meter berdiri kokoh, menjadi saksi bisu denyut nadi kehidupan warga yang kini terasa berbeda.

Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Panggung Rawi dan Kelurahan Gedong Dalem itu kini tak lagi kusam. Sapuan warna merah dan putih yang kontras menghiasi pembatasnya, memberikan atmosfer patriotisme di tengah pemukiman warga. Infrastruktur krusial ini baru saja rampung bersolek melalui program revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi.

Kapolsek Cilegon AKP Heni Pancawati bersama anggota usai melakukan revitalisasi jembatan Merah Putih Presisi.Foto:ist

Langkah konkret ini diinisiasi oleh Kepolisian Resor Cilegon melalui jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah hukumnya. Gerakan simultan tersebut bukan sekadar mempercantik fasilitas publik, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat kecil.

“Jembatan ini panjangnya 15 meter melintang di atas Kali Tempe dengan lebar 6 meter,” ujar Kapolsek Cilegon, AKP Heni Pancawati saat meninjau lokasi kemarin.

Menurut Heni, revitalisasi ini memiliki multiplayer effect yang besar bagi masyarakat. Keberadaan jembatan yang layak dan aman menjadi kunci utama dalam menjamin keselamatan berlalu lintas, melancarkan akses pendidikan bagi generasi muda, sekaligus memutar roda perekonomian lokal.

“Setelah direvitalisasi dengan nama Jembatan Merah Putih Presisi, kami berharap fasilitas ini membawa manfaat besar bagi lalu lintas warga, memudahkan siswa menuju sekolah, serta mendongkrak perekonomian masyarakat sekitarnya,” tutur AKP Heni.

Gotong Royong di Tegal Bunder

Semangat perubahan serupa juga terlihat di wilayah hukum Polsek Purwakarta. Di Lingkungan Panasepan, RT 005, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, personel kepolisian melebur bersama warga dalam aksi gotong royong.

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Purwakarta, Iptu Sukanda, para petugas berbaju cokelat itu tampak piawai memegang kuas. Target mereka adalah sebuah jembatan berukuran panjang 5 meter dan lebar 2,5 meter yang menjadi akses utama warga setempat.

Kini, jembatan tersebut tampil pangling. Dua lajur besi pembatas di sisi kiri dan kanan telah berselimut warna merah dan putih, menegaskan identitas baru yang membawa keceriaan bagi warga sekitar.

Amggota Polsek Purwakarta bersama warga melakukan pengecatan merah dan putih.Foto:poesaputra-sebarindo.com

Respons positif pun mengalir dari masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kehadiran Korps Bhayangkara di tengah-tengah mereka. Nurdin, salah seorang warga Lingkungan Panasepan, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya melihat perubahan infrastruktur di kampungnya.

“Alhamdulillah, sekarang jembatan ini berbeda dari yang sebelumnya. Kini masyarakat menjelang Tujuh Belas Agustus tidak perlu lagi melakukan pengecatan secara swadaya. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian,” kata Nurdin.

Melalui program Jembatan Merah Putih Presisi, Polres Cilegon tidak hanya sedang membangun dan memperbaiki beton atau besi yang menghubungkan antar-wilayah. Lebih dari itu, mereka sedang membangun jembatan kepercayaan (trust) antara Polri dan masyarakat, sekaligus membentangkan jalan bagi kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik di ujung barat Pulau Jawa.(PSR)