BeritaCilegon

Percepat Digitalisasi Pajak, Pemkot Cilegon Kirim Programmer ke Malang

57
×

Percepat Digitalisasi Pajak, Pemkot Cilegon Kirim Programmer ke Malang

Sebarkan artikel ini

SEBARINDO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus memacu digitalisasi dan optimalisasi sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Guna mempercepat proses adopsi dua aplikasi perpajakan milik Kota Malang, yaitu “Persada” dan “Vesop”, Pemkot Cilegon dijadwalkan bakal memberangkatkan tim tenaga ahli IT atau programer ke Jawa Timur pada minggu depan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengungkapkan bahwa pengiriman tim programmer ini merupakan langkah konkrit lanjutan dari penjajakan kerja sama antar daerah yang telah dilakukan sebelumnya.

“Rencana minggu depan dari Pemkot Cilegon akan berangkat ke Kota Malang untuk menindaklanjuti kegiatan sebelumnya,” ujar Aziz saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).

Langkah Pemkot Cilegon mengadopsi sistem perpajakan Kota Malang bukan tanpa alasan. Aplikasi PERSADA (Program Sistem Informasi Pajak Daerah) merupakan salah satu inovasi unggulan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang yang sukses merevolusi tata kelola perpajakan sejak diluncurkan pada 2021.

Baca:Genjot Pajak Daerah, Cilegon Replikasi Aplikasi “Persada” dan “Vesop” dari Pemkot Malang

Aplikasi ini hadir untuk membangun ekosistem perpajakan daerah yang inklusif, efisien, dan adaptif. Melalui platform berbasis Android dan web yang terintegrasi, wajib pajak dapat melakukan pencatatan serta pelaporan secara mandiri selama 24 jam penuh.

Sistem ini sekaligus menjadi solusi bagi wajib pajak yang selama ini belum terakomodasi dalam sistem E-Tax konvensional. Integrasi data secara otomatis berhasil mengurangi beban administratif sekaligus menekan potensi kesalahan pelaporan manual.

Di sisi lain, Bapenda juga dibekali dashboard pemantauan real-time yang memudahkan pengawasan target dan realisasi pajak daerah secara presisi.

Replikasi Sistem Unggulan Berdampak Signifikan

Catatan performa aplikasi PERSADA di Kota Malang terbukti memberikan dampak signifikan. Salah satu sektor pelaporan pajak bahkan mencatatkan lonjakan nominal hingga 660 persen, disusul peningkatan konsisten pada penerimaan pajak hotel dan restoran setiap tahunnya.

Keberhasilan tersebut menjadikan aplikasi ini sebagai role model nasional dalam pengelolaan fiskal daerah. Sebelum Cilegon, sejumlah daerah seperti Kabupaten Bangkalan, Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Lombok Barat telah lebih dulu menjalin kerja sama adopsi teknologi serupa.

Inovasi ini juga menjadi pusat perhatian dalam ajang Rembug Fiskal APEKSI bertema “PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka” yang digelar di Kota Malang beberapa waktu lalu.

Dengan mereplikasi aplikasi PERSADA dan Vesop, Pemkot Cilegon berharap dapat merealisasikan lompatan serupa—membuat pelaporan pajak daerah menjadi lebih transparan, akuntabel, serta mampu menggenjot penerimaan PAD secara optimal di Kota Baja.(PSR)