Cilegon

Sekda Cilegon Ahmad Aziz Tegaskan ASN Harus Solid dan Lepas Sekat Kelompok

146
×

Sekda Cilegon Ahmad Aziz Tegaskan ASN Harus Solid dan Lepas Sekat Kelompok

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade PutraFoto:Dok Kominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COM-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan komitmennya untuk menyatukan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon agar bekerja kompak tanpa sekat kelompok maupun kepentingan tertentu.

“Pesan pak wali oota pada saat memberikan amanat agar Sekda bisa menjadi komando di seluruh pegawai ASN di Kota Cilegon agar kompak, tidak mengkotak-kotakkan, tidak memilih-milih. Seluruhnya harus satu suara, satu bahasa, satu langkah untuk bisa mewujudkan semua program-program prioritas,” kata Ahmad Aziz.

Pernyataan tersebut disampaikan Aziz usai dilantik sebagai Sekda Kota Cilegon definif oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, di rumah Dinas Wali Kota Cilegon,Senin (31/8/2026).

Aziz menyampaikan, kekompakan birokrasi merupakan modal penting dalam memastikan seluruh program prioritas Pemkot Cilegon berjalan efektif dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Komitmen saya adalah menjaga kekompakan dan keguyuban. Semuanya harus bisa mendukung program prioritas pak wali kota. Intinya kita harus kompak, jangan sampai nanti ada kelompok-kelompok,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa soliditas birokrasi harus bermuara pada peningkatan pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah daerah wajib merespons kebutuhan masyarakat meski tidak tercantum secara eksplisit dalam dokumen perencanaan.

“Apabila ada yang tidak tercantum dalam janji-janji prioritas dan RPJMD, kalau memang itu kebutuhan masyarakat, tentu kita harus layani juga,” kata Aziz.

Ia membeberkan sejumlah sektor yang menjadi perhatian utama Pemkot Cilegon saat ini, di antaranya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penanganan angka pengangguran dan kemiskinan.

Optimalkan PAD

Terkait dengan tantangan kemampuan fiskal daerah, Aziz mengakui adanya keterbatasan pada alokasi dana transfer dari pemerintah pusat. Guna mengatasi hal itu, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dari teman-teman BPKPAD sudah melakukan pendataan terhadap wajib-wajib pajak. Mudah-mudahan pada perubahan 2026 ini sudah mulai ada pergerakan kenaikan khususnya di fiskal yang bersumber dari PAD, termasuk untuk tahun 2027,” tuturnya.

Sementara mengenai sorotan publik terkait pembangunan fisik daerah, Aziz menilai keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari aspek fisik, melainkan juga pembangunan nonfisik yang memberi manfaat nyata bagi warga.

“Pembangunan bukan hanya fisik, tapi juga nonfisik. Untuk fisik sendiri tetap berjalan seperti pembangunan taman, perbaikan trotoar, penataan lingkungan, sekolah-sekolah, hingga jalan dan drainase melalui Dinas PUPR. Apakah dinilai krisis atau tidak, acuannya adalah dokumen perencanaan,” pungkas Aziz.(PSR)