SEBARINDO.COM-Dewan Pendidikan Kota Cilegon (DPKC) mengambil langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terdidik di wilayahnya. Melalui kolaborasi lintas sektoral bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APPINDO) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, DPKC akan menggelar pelatihan Digital Marketing secara intensif yang terbuka khusus bagi para lulusan baru (fresh graduate) dan pelaku UMKM di Kota Baja.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 9 Oktober 2029, bertempat di Aula Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Kota Cilegon, serta sejumlah lokasi mitra strategis lainnya.
Ketua DPKC, Syaeful Bahri, mengungkapkan bahwa pemetaan dan penanganan pengangguran terdidik merupakan salah satu program prioritas lembaganya saat ini. Menurutnya, pembekalan keterampilan digital sangat krusial agar generasi muda Cilegon mampu bersaing di pasar kerja modern atau bahkan merintis kemandirian ekonomi lewat berwirausaha.
“Ini menjadi salah satu prioritas DPKC menggelar pelatihan ini, supaya mereka bisa masuk ke link pencari kerja atau mengembangkan usahanya,” ujar Syaeful Bahri kepada sebarindo.com, Senin (28/9/2026).
Mantan Ketua KPU Kota Cilegon itu menjelaskan, untuk program pelatihan Digital Marketing ini pihaknya membuka kuota bagi 224 peserta yang akan dibagi menjadi 7 kelas, dengan masing-masing kelas diisi oleh 32 peserta. Pelaksanaannya akan disebar, di mana dua kelas dilangsungkan di Yayasan Krakatau dan lima kelas lainnya diselenggarakan di STTIKOM Insan Unggul.
Digembleng Instruktur Tersertifikasi BNSP
Bagi warga Cilegon yang ingin ambil bagian, kualitas pelatihan ini dipastikan tidak main-main. Syaeful menyatakan, tenaga instruktur yang dihadirkan terdiri atas dosen dan praktisi profesional yang semuanya telah mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Instruktur terdiri dari empat dosen dan tiga praktisi yang telah bersertifikat BNSP dengan keahlian digital marketing,” tegasnya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta akan mendapatkan porsi praktik 70 persen dan teori 30 persen. Materi yang disajikan pun sangat aplikatif, meliputi riset pemasaran, pembuatan konten, pengelolaan media sosial, pemanfaatan aplikasi digital, riset produksi, hingga strategi pengemasan produk (packaging).
Peluang Emas: Kelas Affiliate dan Rekrutmen Langsung Paragon
Tidak hanya menyasar pencari kerja, pelatihan ini juga dirancang untuk mendongkrak kelas para pelaku UMKM di Cilegon agar produk mereka semakin berdaya saing di pasar digital.
Menariknya, program tahun ini menghadirkan inovasi berupa kelas affiliate yang merupakan kolaborasi perdana antara Pemerintah Kota Cilegon dengan perusahaan kosmetik ternama, Paragon.
“Dalam kesempatan itu, Paragon berencana akan membina tiga peserta terbaik. Malah katanya, kalau sesuai dengan kriteria, bisa langsung menjadi pegawainya,” jelas Syaeful antusias.
Melalui kolaborasi strategis ini, DPKC optimis materi digital marketing yang diberikan akan sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Peserta tidak hanya dibekali ilmu pemasaran berbasis digital, tetapi juga diarahkan untuk memahami ekosistem dunia kerja modern yang serba cepat dan berbasis teknologi.
Bagi para fresh graduate dan pelaku usaha di Kota Cilegon yang ingin meningkatkan daya saing serta membuka peluang karier yang cemerlang, kesempatan emas ini tentu sangat sayang untuk dilewatkan.(PSR)












