SEBARINDO.COM – Yunita Mayang Sari (10), seorang bocah yang menjadi korban sambaran petir saat bermain di tepi sawah, masih harus menjalani observasi intensif di Rumah Sakit (RS) Kurnia Cilegon. Kapolsek Cibeber Ajun Komisaris Polisi (AKP) Atep Mulyana, langsung menyambangi dan menjenguk kondisi Mayang kemarin.
Warga Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon itu terbaring lemah dengan keluhan sesak dan nyeri di bagian dada setelah insiden nahas tersebut.
Kepada Kapolsek Atep Mulyana, Rohman, ayah korban, mengungkapkan bahwa kondisi anaknya kini sudah sadar namun masih merasakan sakit.
“Alhamdulilah anak saya sudah sadar sekarang, tapi menurut dia masih terasa sesak dan sakit di daerah dadanya,” ujar Rohman.
Rohman juga memperlihatkan bukti kuat insiden tersebut. Ia menyebut, saat kejadian, kaos dalam, sweeter, dan celana yang dikenakan Mayang robek. Selain itu, tampak bekas luka menghitam di perutnya akibat sambaran petir.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi di tepi sawah Lingkungan Bentola, Cibeber, Kota Cilegon, pada Jumat (5/12/2025) siang, sekitar pukul 12.20 WIB.
Saat itu, cuaca di wilayah Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, mulai diselimuti mendung tebal. Mayang sedang asyik bermain telepon genggam (HP) di luar sebuah gubuk yang berdiri tepat di dekat pohon kelapa. Sementara, seorang temannya berada di dalam gubuk.
“Tiba-tiba, petir menyambar pohon kelapa yang persis berada di dekat posisi korban. Akibat sambaran yang kuat tersebut, Mayang langsung pingsan dan tidak sadarkan diri,” tutur Kurbi (39), salah satu saksi mata yang juga warga Lingkungan Bentola.
Sambaran petir itu menghantam keras pohon kelapa, menyebabkan gelombang kejut dan listriknya mengenai tubuh Mayang.
Warga dan Polisi Sigap Amankan Lokasi
Melihat Mayang tak bergerak seperti sedang sujud,warga sekitar segera bergerak cepat. Beberapa warga langsung membawa korban menggunakan mobil menuju Puskesmas Cibeber untuk mendapatkan pertolongan medis pertama. Selanjutnya, Mayang dirujuk dan dirawat di RS Kurnia Cilegon.
Merespons laporan dari warga dan Bhabinkamtibmas, pihak kepolisian segera menerjunkan personel piket ke lokasi kejadian (TKP). Petugas melakukan pengecekan di lokasi dan memantau kondisi korban di IGD RS Kurnia Cilegon.
Berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan dari Rohman, petugas memastikan sambaran petir menjadi penyebab utama insiden.
“Orang tua korban menginformasikan bahwa kaos dalam yang dikenakan korban ditemukan robek dan terdapat bekas bakaran (gosong), yang diduga kuat akibat hantaran petir dari pohon kelapa yang tersambar,” terang petugas.
Petugas juga mendapati luka hitam di bagian dada kanan Mayang yang diduga kuat akibat terkena aliran listrik petir. Meskipun sudah sadar, Mayang masih mengeluhkan rasa sakit yang signifikan di bagian dadanya.(PSR)












