SEBARINDO.COM– Puluhan buruh PT Bungasari Flour Mills Indonesia yang dipecat,mendatangi Pemerintah Kota Cilegon, Rabu (2/7/2025) .
Mereka datang dengan membawa serta anak dan istri, berharap mediasi ini bisa mengembalikan mereka ke pekerjaan setelah sebelumnya di-PHK pascaaksi mogok kerja.
Kedatangan para buruh yang tiba sekitar pukul 09.00 WIB ini menjadi pemandangan yang tidak biasa di Pemkot Cilegon. Raut wajah cemas terpancar dari keluarga buruh yang ikut memperjuangkan nasib mereka.
Mediasi antara perwakilan buruh dan pihak perusahaan telah dilakukan di Kantor Wali Kota Cilegon. Namun, hasil mediasi tersebut belum memberikan kepastian bagi para buruh.
Vice President Operational PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Andi Priyatna, mengatakan pihaknya akan menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada jajaran direksi perusahaan. Andi juga mengungkapkan bahwa PT Bungasari Flour Mills Indonesia mengalami kerugian besar akibat mogok kerja yang dilakukan buruh sebelumnya.
“Hasil dari pertemuan tadi kita akan bawa ke direksi, apa yang menjadi harapan teman-teman serikat. Dan akan kita berikan jawabannya secepat mungkin,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, keputusan untuk mempekerjakan kembali buruh yang di-PHK tidak bisa serta merta diberikan.
PT Bungasari Flour Mills Indonesia memiliki banyak pemegang saham, termasuk investor dari luar negeri.
“Ini kan orang-orang luar semua nih
direksinya. Nah itu kita harus kumpulkan jadi satu,” jelasnya.
Secara mekanisme industri, kata Andi, 93 buruh tersebut sebenarnya bisa kembali bekerja. Namun, hal itu akan sangat bergantung pada keputusan Pengadilan Hubungan Industri (PHI) terkait sah atau tidaknya PHK tersebut.
“Mereka belum terima PHK (karena masih sengketa). Hak dan kewajibannya kita akan penuhi bilamana sudah ada keputusan PHI,” pungkas Andi.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, ia memahami posisi perusahaan yang belum bisa memberikan keputusan final lantaran harus dibahas dengan seluruh pemegang saham.
Pelajaran Berharga
Meski demikian, Robinsar berharap ada keputusan terbaik yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Ia juga menekankan pentingnya peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar penyelesaian persoalan di kemudian hari dapat dilakukan secara komunikatif dan musyawarah.
“Saya minta ke para buruh, ini jadi pembelajaran, jadi hikmah ke depan. Tidak bisa melulu ego yang dikedepankan,” kata Robinsar.(PSR)











