SEBARINDO.COM-Pemerintah Kota Cilegon memastikan kondisi fiskal daerah dalam posisi aman menjelang tutup tahun 2025. Alih-alih mengalami kekurangan anggaran, Pemkot Cilegon mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah melampaui target yang ditetapkan.
Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menyatakan hasil kajian bersama Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) menunjukkan tren positif. Ia menegaskan Wali Kota Cilegon, Robinsar, memberikan atensi khusus agar tata kelola keuangan tetap sehat.
“Pak Wali sangat konsen terhadap kondisi fiskal di Cilegon sehingga tidak terjadi lagi defisit, gagal bayar, atau utang,” ujar Aziz, Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan data yang dihimpun, realisasi PAD Kota Cilegon saat ini telah menyentuh angka Rp933 miliar. Angka tersebut setara dengan 101,22 persen dari target awal sebesar Rp921 miliar. Secara keseluruhan, total pendapatan daerah telah mencapai Rp2,01 triliun atau 93,95 persen dari target Rp2,1 triliun.
Efisiensi dan SiLPA yang Meningkat
Aziz menjelaskan, alih-alih defisit, pemerintah justru memprediksi adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Semula, SiLPA direncanakan hanya sebesar Rp40 miliar, namun kini diprediksi membengkak hingga Rp71 miliar.
“Angka ini berasal dari selisih tender sejumlah proyek serta efisiensi program yang kami lakukan sepanjang tahun. Namun, angka ini masih dinamis,” kata Aziz.
Dari sisi belanja, Pemkot Cilegon telah menyerap anggaran sebesar Rp1,7 triliun atau 82,71 persen dari pagu Rp2,1 triliun. Sementara untuk komponen Transfer Keuangan Daerah (TKD), realisasinya mencapai Rp1,087 triliun dari target Rp1,2 triliun.
Jaminan Pembayaran Kewajiban
Sementara Kepala BPKPAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani, menjamin pemerintah mampu membayarkan seluruh kewajiban hingga akhir tahun. Ia mencatat masih ada rentang sekitar 9 persen antara pendapatan dan belanja yang memberikan ruang fiskal cukup aman.
“Kami pastikan tidak defisit, semua bisa terbayarkan. Selama proses di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) selesai dan dilanjutkan ke kami, kami siap bayar,” ujar Dana.
Dana menambahkan bahwa seluruh honorarium pegawai telah tuntas dibayarkan sejak awal Desember. Menurut dia, keberhasilan ini merupakan buah dari strategi ganda: memaksimalkan penggalian pendapatan sekaligus mengefektifkan belanja daerah.(PSR/rils)











