Pendidikan

Cetak Generasi Sadar Lingkungan, Pemkot Cilegon Perluas Program KOLASE ke 120 Sekolah

27
×

Cetak Generasi Sadar Lingkungan, Pemkot Cilegon Perluas Program KOLASE ke 120 Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Robinsar berfoto dengan para siswa SDN Sumampir dalam Program KOLASE.Foto:Diskominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COM-“Persoalan sampah itu tidak bisa selesai kalau cuma mengandalkan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA-red). Kuncinya ada di hulu, dan itu harus dimulai dari anak-anak kita,” tegas Wali Kota Cilegon, Robinsar.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam membenahi sistem pengelolaan sampah. Melalui Program KOLASE (Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular di Sekolah), Pemkot Cilegon kini menggandeng sekolah-sekolah untuk menanamkan budaya memilah sampah sejak usia dini.

Pada pelaksanaan KOLASE Batch ke-3 di SDN Sumampir, Rabu (19/8/2026), Robinsar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dan PT. Chandra Asri Pacific Tbk,kembali menggelar sosialisasi serta penimbangan sampah hasil pilahan para siswa.

Bukan Cuma Soal Volume, Tapi Budaya

Robinsar mengatakan fokus utama pergerakan ini bukanlah seberapa ton sampah yang langsung terkumpul hari ini, melainkan investasi jangka panjang pada karakter generasi muda.

“Kalau bicara volume, hari ini mungkin belum terlalu masif. Tapi poin utamanya adalah edukasi, meningkatkan kesadaran agar anak-anak tidak membuang sampah sembarangan dan paham mana sampah yang harus dipilah,” ujar Robinsar.

Dari yang awalnya hanya melibatkan 5 sekolah, target program ini melonjak drastis hingga menyasar 100 sekolah di seluruh Kota Cilegon.

Ubah Sampah Jadi Tabungan dan Acara Nonton Bareng

Langkah ini rupanya tidak sekadar teori. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengungkapkan bahwa Program KOLASE memberikan dampak ekonomi langsung yang bisa dirasakan oleh para siswa.

“Hasil penjualan sampah yang terpilah dimanfaatkan langsung oleh murid-murid. Ada yang dipakai untuk acara nonton bersama, field trip ke luar kota, hingga disumbangkan untuk perbaikan fasilitas sekolah,” ungkap Sabri.

Wali Kota Cilegon Robinsar berbincang dengan salah satu siswi SDN Sumampir damlam Program Kolase.Foto:Diskominfo Kota Cilegon

Dalam batch ke-3 catatan program ini terbilang spektaluker dimana progran ini telah menjangkau sebanyak 60 sekolah dimana ditargetkan menembus 120 sekolah pada awal September 2026, dengan partisipasi sekitar 38.000 siswa yang telah mereduksi sampah sebanyak 35 ton dengan nilai tabungan mencapai Rp85 juta

Dalam praktiknya, DLH juga melibatkan bank sampah dan warga di sekitar lingkungan sekolah agar dampaknya berantai hingga ke pemukiman warga.

Dukungan Industri demi Ekonomi Sirkular

Keberhasilan program di hulu ini tak lepas dari peran sektor swasta. PT Chandra Asri Pacific Tbk bersama Yayasan Barito turut menyokong edukasi dan rantai pengolahan sampah plastik ini.

Circular Economy and Partnership Section Manager PT Chandra Asri Pacific Tbk, Niko Setiabudi, menyebutkan bahwa pemilahan di tingkat tapak adalah kunci utama dari ekonomi sirkular.

“Setelah kami pelajari proses pengolahannya, kunci utamanya memang ada di pemilahan dari sumber. Kebiasaan anak-anak di sekolah ini diharapkan menular ke rumah, sehingga jumlah sampah yang bisa dikelola langsung dari lokasi makin banyak,” jelas Niko.

Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan pelaku industri, Cilegon optimistis mampu mencetak generasi yang tak cuma sadar lingkungan, tetapi juga mampu mengubah masalah sampah menjadi nilai ekonomi yang berguna.(PSR/rls)