SEBARINDO.COM – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Tahun 2026, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan Adat Baduy Luar, Kabupaten Lebak.Program nasional ini mempertemukan mahasiswa dari pelbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Indonesia. Mereka terjun langsung ke lapangan untuk mengimplementasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi dan edukasi lintas budaya.
Menurut salah satu mahasiswa peserta KKN Umar Zaydan, petualangan para mahasiswa itu bermula dari Desa Ciboleger, pintu gerbang utama menuju kawasan adat. Sebelum melangkahkan kaki lebih jauh, mereka menyempatkan mengabadikan diri di momen Tugu “Selamat Datang di Ciboleger” sebagai simbol dimulainya masa pengabdian.
Menyusuri Jalan Setapak dan Belajar Harmoni Alam
Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanudin ini menceritakan perjalanan menuju permukiman warga Baduy menuntut fisik yang prima. Para peserta harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak, menembus rimbunnya hutan, melintasi perbukitan, hingga menyeberangi aliran sungai yang jernih.
“Medan yang menantang itu justru memberikan pelajaran berharga sejak langkah pertama. Para mahasiswa menyaksikan langsung bagaimana warga Baduy menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan kelestarian alam secara konsisten selama berabad-abad,” kata Umar.
Setibanya di pemukiman, kehangatan warga lokal menyambut rombongan mahasiswa. Interaksi intensif pun terjalin. Para peserta berdialog mengenai pola hidup sehari-hari, sistem sosial, hingga norma adat yang masih terjaga rapat di tengah gempuran modernisasi.
“Pembangunan tidak selalu diukur dari kemajuan teknologi semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan tradisi,” jelasnya.
Mengasah Kepemimpinan dan Toleransi
Tidak sekadar datang dan mengamati, Kelompok 13 aktif membangun komunikasi dua arah. Mereka menggelar sesi diskusi interaktif, berbagi cerita latar belakang daerah masing-masing, sekaligus beradaptasi dengan aturan adat setempat yang ketat.
Aktivitas ini menjadi ruang lebur bagi para mahasiswa dari berbagai latar belakang suku dan daerah. Selain mengasah empati sosial, program ini memacu keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, hingga pemecahan masalah (problem solving) secara langsung di lapangan.

Melalui kehidupan bersahaja masyarakat Baduy, para peserta memetik nilai-nilai dasar kepribadian—seperti kejujuran, kedisiplinan, rasa syukur, dan kepedulian lingkungan.
Lebih dari Sekadar Tugas Akademik
Bagi Kelompok 13, KKN Nusantara VI bukan sekadar pemenuhan beban SKS akademik. Kegiatan ini menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda agar lebih peka terhadap dinamika sosial dan kelestarian budaya bangsa.
Mengusung semangat “Mengabdi, Belajar, dan Berkarya untuk Indonesia”, para mahasiswa berharap pengalaman berharga dari Tanah Baduy ini dapat menjadi bekal nyata saat mereka kembali ke lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas kelak.(PSR)













