SEBARINDO.COM-Lembaga pendidikan SMPIT Al Quran Bina Insan Kragilan, Kabupaten Serang, resmi menutup rangkaian kegiatan Program Bilingual sepekan melalui gelaran pertunjukan kreativitas Farewell Party di Masjid Ibrahim Alowaidah, Kabupaten Serang,kemarin.
Program hasil kolaborasi dengan tim tutor WEST Kampung Inggris Pare, Kediri tersebut berlangsung sejak Senin hingga Sabtu. Kegiatan ini ditujukan untuk memacu keberanian siswa dalam menguasai dan menggunakan bahasa Inggris secara intuitif dalam kehidupan sehari-hari.
Selama satu pekan, para peserta didik dibekali materi linguistik melalui pendekatan interactive learning. Kurikulum mencakup penguasaan vocabulary (kosakata), speaking (kelancaran berbicara), hingga structure (tata bahasa) yang dikemas lewat dinamika diskusi kelompok langsung bersama tutor berpengalaman dari Pare.
Penanggung Jawab Program Bilingual SMPIT Al Quran Bina Insan, Mardiana, menyampaikan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai sarana edukasi mendasar sekaligus momen pengenalan program unggulan baru di lingkungan sekolah.
“Rangkaian program bilingual ini diselenggarakan untuk mempromosikan pentingnya penguasaan multibahasa dan sekaligus memperkenalkan program baru untuk SMPIT Al Quran Bina Insan. Bahasa mungkin berbeda, tetapi semangat untuk saling memahami adalah bahasa universal,” ujar Mardiana.
Ia menambahkan, pembentukan jembatan komunikasi yang inklusif dan empatik menjadi fondasi utama dalam pembiasaan bahasa asing di kalangan siswa.
Dorong Daya Saing Global Berbasis Nilai Qurani
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPIT Al Quran Bina Insan Kragilan, Abdul Hakim, menegaskan penguatan kapasitas bahasa internasional ini diintegrasikan secara langsung dengan muatan karakter keagamaan siswa.
“Program ini diadakan sejalan dengan visi SMPIT Al Quran Bina Insan Kragilan, yaitu terwujudnya generasi Qurani yang berakhlak mulia dan berdaya saing global,” kata Abdul Hakim.
Menurut dia, sekolah berfokus melahirkan lulusan yang berimbang antara kedalaman spiritual dan kecakapan komunikasi modern agar siap berinteraksi di panggung internasional.
“Kami ingin siswa-siswi tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam iman, cinta Al-Qur’an, tetapi pada saat yang sama memiliki wawasan luas, percaya diri, serta mampu bersaing di tingkat global,” imbuhnya.
Dampak dari metode pengajaran berbasis praktik ini dirasakan langsung oleh peserta didik. Siswi kelas IX SMPIT Al Quran Bina Insan, Tsania Nur Amalina, mengaku mengalami peningkatan kepercayaan diri yang signifikan selama mengikuti pelatihan.
“Metode pembelajaran yang diajarkan para tutor sangat interaktif dan menyenangkan, sehingga berhasil meningkatkan kepercayaan diri saya untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara alami,” kata siswi yang akrab disapa Alyn tersebut.(PSR)













