Berita

Gubernur Banten Sinergi Perangi Narkoba, Ungkap Kerawanan Wilayah

663
×

Gubernur Banten Sinergi Perangi Narkoba, Ungkap Kerawanan Wilayah

Sebarkan artikel ini

SEBARINDO.COM — Pemerintah Provinsi Banten menyatakan komitmen dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, menjadi fokus utama untuk melindungi generasi muda dan mewujudkan Banten “Bersinar” alias bersih dari narkoba.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni usai menerima kunjungan Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Rohmad Nursahid di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat, (11 /7/2025).

Andra Soni menegaskan, sinergi dan kolaborasi merupakan kunci esensial dalam meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk bisa menjadikan Provinsi Banten bersih dari narkoba (Bersinar),” ujar Andra Soni.

Ia juga menambahkan, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk bersama-sama BNNP Banten dalam memberantas narkotika.

Agenda Utama Pertemuan

Dalam pertemuan tersebut, beberapa agenda penting dibahas. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Provinsi Banten.

Andra Soni menjelaskan, peringatan HANI akan dilaksanakan dengan melibatkan peran aktif perangkat desa.

“Tadi juga disampaikan terkait agenda peringatan HANI yang insya Allah akan dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama perangkat desa dalam rangka menjadi bagian dari satgas upaya pencegahan penyebaran narkoba di Provinsi Banten,” kata Andra Soni.

Sementara, Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid merinci, peringatan HANI akan dipusatkan di Desa Tambakbaya, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Acara ini juga akan dibarengi dengan peluncuran program “Ayo Ajak Masyarakat Bergerak Menuju Banten Bersih Narkoba.”

Banten Wilayah Rawan Narkoba

Rohmad Nursahid tak menampik fakta bahwa Provinsi Banten masih menjadi wilayah yang cukup rawan peredaran narkoba. Kerawanan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh posisi geografis Banten yang strategis.

“Cukup rawan, karena Banten itu pintu masuk dari jalur lautnya melalui Pelabuhan Merak, kemudian udaranya dari kita ada Bandara Soekarno-Hatta, bandara yang paling sibuk dan kita berbatasan dengan Jawa Barat dan Jakarta,” jelas Rohmad Nursahid.

Letak Banten yang menjadi pintu gerbang utama dari berbagai akses ini membuat

upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba menjadi tantangan besar yang memerlukan kerja sama masif dan berkelanjutan.(PSR)