Berita

Perumda Cilegon Mandiri di Persimpangan Jalan, Laba Tipis dan Mimpi Kemandirian Layanan

322
×

Perumda Cilegon Mandiri di Persimpangan Jalan, Laba Tipis dan Mimpi Kemandirian Layanan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cilegon,Robinsar, melihat saluran pipa di Pulomerak saat groundbreaking pipa Perumda CM di daerah tersebut.Foto::ist

SEBARINDO.COM Perumda Cilegon Mandiri (Perumda CM) tidak hanya sekadar nama, ia adalah sebuah aspirasi untuk menjadi organisasi yang mandiri sejati, baik dari sisi finansial maupun layanan publik. Potensi besar pengembangan perusahaan daerah ini kini menjadi fokus utama, seiring dengan proses krusial seleksi Dewan Pengawas (Dewas).

Tim Panitia Seleksi (Pansel) telah mengerucutkan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas Perumda CM yang berasal dari unsur pemerintah. Tiga figur yang lolos setelah proses wawancara dengan Wali Kota Cilegon, Robinsar, Senin (17/11/2025) yaitu Staf Ahli merangkap Plt Asisten Daerah I Bambang Hario Bintan, Kepala Disdukcapil Eva Sarifah dan Kabag Prokopim Setda Kota Cilegon Upik Suwardani

Para calon Dewas ini mengemban tugas berat untuk memastikan Perumda CM Mandiri benar-benar bangkit dan berdaya.

Meskipun secara administrasi keuangan Perumda CM berada dalam kondisi positif karena tidak memiliki utang, tantangan serius muncul dari sisi profitabilitas operasional.

Menurut salah satu calon Dewas, usai menjalani wawancara, dia menyoroti bahwa walaupun laba perusahaan sehat dan kinerjanya baik, rasio bukunya terbilang kecil. Data tahun buku 2024 menunjukkan bahwa selisih antara beban operasi dengan pendapatan operasi hanya mencapai 4,59 persen.

Ini artinya selisihnya kecil banget. Misalnya, beban operasional mencapai Rp 30 miliar sementara pendapatan operasional Rp 34 miliar,” jelasnya.

Tugas mendesak bagi manajemen baru, yang akan diawasi oleh Dewas terpilih, adalah menaikan laba dan menaikan saluran pelanggan secara agresif.

Faktor utama yang harus Perumda CM sebagi BUMD yang harus ditingkatkan adalah penjualan sambungan layanan air. Saat ini, cakupan layanan air bersih di Kota Cilegon baru mencapai 19,67 persen dari total ambisius nasional sebesar 100 persen. Angka ini juga jauh di bawah target RPJMD 2024 yang menetapkan capaian 40 persen.

Penambahan konsumen pada tahun 2024 hanya sebesar 4,64 persen. Padahal, peluang besar terhampar luas di sektor perumahan. Perumda CM harus berkolaborasi dengan para pengembang perumahan sejak awal pembangunan melalui kebijakan yang suportif.

Langkah ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang mitigasi risiko lingkungan jangka panjang. Penggunaan air tanah yang berlebihan oleh rumah tangga dan industri sangat berbahaya, berpotensi menyebabkan longsor, penurunan permukaan tanah, dan intrusi air laut.

“Kita harus berpikir bahwa air itu harus ada terus. Jadi, jangan semuanya memakai air tanah,” tegasnya.

Evaluasi Unit Bisnis Lain dan Infrastruktur Masa Depan

Selain sektor layanan air, unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Cilegon juga perlu dievaluasi secara menyeluruh karena tidak memberikan dividen besar. Setelah perjanjian dengan PT Alaminas Sejahtera selesai, Perumda CM dapat mencari strategi baru, misalnya dengan fokus pada kemasan sekali minum dan harga kompetitif, diikuti dengan penggarapan distribusi dan promosi yang belum optimal, untuk menghasilkan laba yang besar.

Untuk memastikan keberlanjutan pasokan air baku, Perumda CM juga telah menyusun rencana strategis. Perusahaan akan bekerjasama dengan Bendung Karian atau Sindang Heula sebagai bagian dari Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI-SPAM). Langkah ini akan menjadi pondasi kuat untuk meningkatkan cakupan layanan dan menopang pertumbuhan bisnis di masa depan.(PSR)