Example 728x250
BeritaNasional

Kemnaker Dukung Pengembangan SDM Koperasi Merah Putih untuk Wujudkan Koperasi Tangguh

707
×

Kemnaker Dukung Pengembangan SDM Koperasi Merah Putih untuk Wujudkan Koperasi Tangguh

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbincang dengan penyandang disabilitas pada acara penandatanganan komitmen bersama untuk mempromosikan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas, (14/05/25). Foto : mtsabitaqdam_sebarindo.com

SEBARINDO.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop). Program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis komunitas.

“Program pengembangan SDM koperasi ini merupakan bentuk sinergi dan gotong royong yang bersifat strategis antara Kemnaker dan Kemenkop,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melalui Pers Biro Humas Kemnaker, Senin (21/7/2025).

Menurut Yassierli, keberhasilan koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. Ia menilai, banyak koperasi belum mampu berkembang bukan karena kurangnya potensi usaha, melainkan karena keterbatasan kapasitas pengurus, pengawas, dan pengelola dalam menjalankan operasional secara profesional dan transparan.

Menjawab tantangan tersebut, Kemnaker akan menyelenggarakan pelatihan bagi SDM koperasi yang tergabung dalam lebih dari 80.000 KDKMP. Pelatihan akan digelar di 21 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 286 Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.

Program Pengembangan SDM KDKMP

Program pelatihan ini akan mencakup peningkatan keterampilan manajerial dan teknis, serta penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar koperasi seperti kebersamaan, kekeluargaan, dan tanggung jawab sosial. Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti proses sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas mereka.

“Melalui program pengembangan SDM ini, Kemnaker ingin memastikan bahwa koperasi sebagai bentuk usaha yang berakar pada komunitas memiliki SDM yang siap bekerja secara modern dan profesional. Pengembangan SDM koperasi adalah langkah krusial dalam menciptakan kemandirian dalam ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” jelas Yassierli.

Sebagai langkah awal, program percontohan telah digelar pada 14–18 Juli 2025. Sebanyak 180 peserta mengikuti pelatihan secara luring di BPVP Bekasi dan BPVP Surakarta, serta secara daring melalui 103 titik mockup di seluruh provinsi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari peluncuran nasional KDKMP yang dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah, pada 21 Juli 2025. Yassierli menilai, percontohan ini menjadi fondasi penting sebelum program diperluas ke skala nasional.

“Kami meyakini bahwa selain didukung modal usaha, kesuksesan sebuah koperasi juga perlu didukung oleh modal manusia, terutama SDM yang siap mengelola koperasi secara bijak, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Program ini adalah wujud nyata semangat kekeluargaan dan gotong royong antarkementerian, demi membangun koperasi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberi kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Yassierli juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, komunitas lokal, hingga mitra pembangunan, untuk turut mendukung keberhasilan program ini. Ia menegaskan, koperasi yang kuat hanya bisa dibangun oleh SDM yang kompeten dan memiliki semangat kolektif untuk melayani serta membangun negeri.(SA/rls)