SEBARINDO.COM– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon menunjukkan komitmen seriusnya dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) melalui pelaksanaan Operasi Terpadu P4GN. Operasi ini tidak dilakukan secara acak, melainkan menyasar kawasan yang telah terlabeli “Bahaya” berdasarkan pemetaan dan analisis mendalam.
Menurut Humas BNN Kota Cilegon, Ikbal, Jumat (7/11/2025) menjelaskan bahwa label “Kawasan Bahaya” ini ditetapkan melalui sejumlah kriteria yang jelas. Kriteria tersebut mencakup adanya indikasi kuat peredaran gelap narkoba, tngginya kasus penyalahgunaan narkoba,kawasan tersebut menjadi entry point atau pintu masuk peredaran dan adanya masyarakat di wilayah tersebut yang menjadi peserta program rehabilitasi.
“Keberadaan faktor-faktor ini secara simultan menjadikan suatu wilayah sebagai kawasan rawan yang wajib menjadi fokus intervensi kami,” ujarnya.
Dari delapan kecamatan di Kota Cilegon, satu wilayah secara spesifik telah diberi label “hitam” atau bahaya, yakni Kecamatan Pulomerak. Berangkat dari pemetaan awal ini, BNN Kota Cilegon mengerucutkan kegiatan operasinya.Setelah melakukan penyelidikan (lidik) dan pemetaan lanjutan, fokus operasi diarahkan pada dua kelurahan di Kecamatan Pulomerak yaitu Mekarsari dan Tamansari.
Pagi itu, suasana di dua kelurahan di Kecamatan Pulo Merak, Cilegon, terasa berbeda. Bukan karena hiruk pikuk pelabuhan, melainkan langkah-langkah tegap puluhan personel gabungan yang bergerak sunyi menyasar lorong-lorong pemukiman.
Targetnya sangat jelas yaitu Kelurahan Taman Sari dan Kelurahan Mekar Sari, kawasan yang telah lama dicap hitam sebagai titik rawan penyalahgunaan narkotika.
Operasi ini bukan sekadar penangkapan kilat, melainkan perwujudan komitmen untuk “menyembuhkan” wilayah yang sakit, dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kota Cilegon, Bogie Setia Perwira Nusa.

Pukul 07.45 WIB, apel pengecekan personel dilakukan. Di hadapan 46 aparat gabungan Kepala BNN Kota Cilegon membagi tugas menjadi dua tim. Sinergi ini begitu terasa, mewakili satu pesan, narkotika adalah musuh bersama yang harus dilawan dari segala lini.
Tepat pukul 08.20 WIB, empat lokasi kontrakan dan bedeng yang dicurigai menjadi sarang transaksi dan konsumsi narkoba mulai digedor. Di Kelurahan Tamansari, perhatian tertuju pada kontrakan Ibu Mar, Bedeng Ami, dan Kontrakan Teh Yati di Link Baru. Sementara di Mekarsari, fokus beralih ke kontrakan dr. Budi di Link Sukajadi.
Ketika Fakta Berbicara di Ujung Tes Urin
Operasi berjalan tertib. Setiap orang yang dicurigai menjalani tes urin di tempat. Ini adalah momen krusial, di mana urin masing-masing mengungkap sisi gelap kehidupan yang tersembunyi.
Dalam operasi tersebut, total 57 orang yang terjaring secara acak menjalani tes urine. Meskipun tim tidak menemukan barang bukti narkotika (narkoba) di lokasi saat operasi berlangsung, hasil tes urine menunjukkan temuan yang memprihatinkan
Pukul 11.00 WIB, operasi selesai. Hasilnya memprihatinkan, sekaligus menegaskan bahwa kawasan tersebut memang membutuhkan intervensi mendalam. Ditemukan tiga orang yang hasil tesnya menunjukkan positif narkoba.Dua kasus ditangani langsung di kantor Kecamatan Pulomerak sementara seorang yang postif THC sedang dalam keadaan sakit.
Keduanya langsung menjalani assessment oleh tim BNN Kota Cilegon. Proses assessment ini vital, bukan untuk dipenjara, melainkan untuk menentukan jalur rehabilitasi yang akan menyelamatkan mereka.

Lalu apakah ada yang menjadi target operasi? Ikbal mengatakan meski tidak menemukan barang bukti di tangan mereka, hasil positif ini adalah indikasi nyata bahwa peredaran dan penyalahgunaan masih terjadi.
“Target operasi memang sudah ada, walaupun masih samar, dan kami akan terus melakukan pendalaman,”tegasnya.
Meski temuan positif narkoba menjadi catatan, BNN Kota Cilegon optimistis. Keberhasilan menemukan dan menindaklanjuti tiga kasus ini, termasuk memberikan pertolongan medis segera, adalah buah dari kolaborasi solid.
Menurut Ikbal, peran agen pemulihan setempat -sosok dari warga sipil yang kini menjadi motor penggerak perlawanan narkoba di tingkat komunitas – menjadi kunci. Mereka adalah mata dan telinga BNN, sekaligus jembatan pemulihan di tengah masyarakat.
Operasi ini ternyata mendapat dukungan dari masyarakat, mereka tidak tahu kalau daerahnya telah menjadi “hitam”karena perbuatan segelintir orang.Mereka berharap BNN maupun kepolisian terus melakukan razia ini.
Taman Sari dan Mekar Sari kini tengah berjuang melepaskan diri dari predikat “hitam”. Operasi terpadu ini adalah langkah awal yang menyakitkan, namun harus dijalani dan dilalui. Harapannya, dua kelurahan di Pulomerak ini kelak tidak hanya bebas dari narkoba, tetapi juga menjadi contoh bagi wilayah lain yaitu lingkungan yang aman, sehat, dan produktif, tempat anak-anak bisa tumbuh tanpa bayang-bayang zat terlarang.(PSR)












