SEBARINDO.COM– Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon sejak Sabtu (8/11/2025), mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir, memicu kerugian material bagi warga setempat. Merespons kondisi ini, Wali Kota Cilegon, Robinsar, segera meninjau beberapa titik lokasi yang terdampak untuk memastikan penanganan dan merencanakan solusi jangka panjang.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Robinsar adalah Kampung Rokal RT 1 RW 10, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang. Di lokasi ini, air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter telah merendam sedikitnya 50 rumah warga.
Selain genangan air yang melumpuhkan aktivitas, banjir di Rokal juga menyebabkan kerusakan signifikan. Sebuah mobil milik warga setempat bernama Syahrul mengalami kerusakan parah setelah diterjang ambrolnya dinding pagar setinggi 2,5 meter akibat derasnya air bah.

Menurut Sekretaris RT 1, Tubagus Enjat, banjir yang merendam wilayahnya terutama disebabkan oleh saluran air yang sempit sehingga tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Kondisi ini memperjelas adanya masalah infrastruktur drainase yang mendesak untuk ditangani.
Laporan kerusakan akibat banjir juga datang dari wilayah lain. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, menyatakan bahwa di Penauan, Kecamatan Ciwandan, sebanyak 30 rumah yang dihuni 230 jiwa juga terendam air.
“Ketinggian air mencapai dengkul orang dewasa,” ujar Suhendi, menggambarkan parahnya genangan di Ciwandan.
Solusi Pembuatan Saluran Baru
Setelah melihat langsung kondisi di Rokal, Wali Kota Robinsar menegaskan perlunya tindakan segera untuk mengatasi masalah banjir berulang ini. Ia menyoroti bahwa solusi permanen harus fokus pada perbaikan dan penambahan saluran drainase.
“Saya telah menerima masukan dari tim, dan untuk wilayah Rokal harus dibuat 15 saluran baru, sebab saluran yang ada sudah tak berfungsi optimal,” jelas Robinsar kepada sebarindo.com di lokasi.
Ia menambahkan bahwa rencana teknis ini akan segera dibicarakan lebih lanjut dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon.
Robinsar mengakui bahwa dari laporan warga, genangan air memang hanya berlangsung beberapa jam saja dan kemudian surut. Namun, ia menekankan bahwa kondisi ini tetap harus ditangani secara serius demi memastikan warga merasa aman dan nyaman, serta mencegah kerugian material yang lebih besar di masa depan.
Upaya pembuatan 15 saluran baru di Rokal menjadi komitmen awal Pemerintah Kota Cilegon untuk memitigasi risiko banjir di wilayah tersebut, sebagai langkah edukasi nyata bahwa pencegahan bencana membutuhkan infrastruktur drainase yang memadai dan berfungsi dengan baik
Terkait bantuan bencana, Sekretaris Dinas Sosial, Idad Zaldad mengungkapkan pihaknya akan segera mengirimkan bantuan setelah mencatat berapa jumlah yang menjadi korban banjir ini.
“Setelah pendataan, kita akan kirim bantuan tersebut kepada para korban melalui kelurahan setempat,” ujarnya.(PSR)












