Example 728x250
Pemerintahan

Dinkop UKM Cilegon Perkuat Pelaku Usaha, Sekda Maman Dorong UMKM Jadi Solusi Pengangguran

88
×

Dinkop UKM Cilegon Perkuat Pelaku Usaha, Sekda Maman Dorong UMKM Jadi Solusi Pengangguran

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Didin S Maulana (kiri) bersama Sekda Kota Cilegon Maman Mualudin (kanan) melihat hasil produk dan kemasan UMKM dalam acara Pasca Inkubasi Business Matching Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik.Foto"Dok Dinas Kominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COM — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon, menggelar kegiatan Pasca Inkubasi Business Matching Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik. Acara ini berlangsung di Ballroom The Royal Krakatau Hotel, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin.

Dalam sambutannya, Maman Mauludin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran DinkopUKM. “Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran DinkopUKM atas upaya membina, memberdayakan, dan memperkuat kapasitas pelaku usaha,” ujar Maman.

Ia menekankan bahwa langkah-langkah kreatif seperti ini harus terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi semua pihak.

Maman juga menyoroti data krusial terkait kondisi ketenagakerjaan Cilegon. Ia mengungkapkan bahwa angka pengangguran pada tahun 2024–2025 mengalami peningkatan, dengan penyumbang terbesar justru berasal dari lulusan SMK dan sarjana.

“Dari sekitar 15.000 penganggur, penyumbang terbesar justru dari lulusan SMK dan sarjana,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Cilegon berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi solusi konkret untuk memperluas lapangan kerja, baik di sektor formal maupun informal. Maman mendorong agar pelatihan dan pendampingan usaha mencakup aspek manajemen, keuangan, serta peningkatan kualitas produk, sehingga UMKM Cilegon mampu bersaing di pasar industri.

Dukungan Keuangan Daerah Jadi Kunci

Lebih lanjut, Maman menekankan pentingnya dukungan permodalan dari lembaga keuangan daerah. Ia mendorong lembaga seperti BPRS Cilegon Mandiri menjadi mitra strategis dalam penyediaan pembiayaan bagi UMKM.

Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung ekspansi produk dan menjaga likuiditas pelaku usaha, karena pada dasarnya seluruh urusan masyarakat dari lahir hingga meninggal merupakan tanggung jawab pemerintah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinkop UKM Kota Cilegon, Didin S. Maulana, menjelaskan bahwa Pasca Inkubasi Business Matching ini merupakan puncak dari serangkaian pelatihan berjenjang yang berlangsung sejak Juni.

Peserta telah dibekali manajemen, kewirausahaan, pemasaran, keuangan, hingga teknik produksi,” kata Didin.

Dari 300 peserta yang dilatih, Dinkop UKM telah mengurasi 50 pelaku usaha yang siap naik tingkat dan mendapatkan dukungan penuh. Didin menambahkan, sektor kuliner menjadi yang paling dominan dalam program tersebut, meliputi makanan kering, katering, hingga camilan khas.

Saat ini ada 20 perusahaan yang terlibat, dan ke depan kami menargetkan lebih banyak perusahaan ikut mendukung produk-produk lokal Cilegon,” harap Didin.(PSR)