Example 728x250
Pemerintahan

Pemkot Cilegon Siapkan Strategi Khusus Tekan Inflasi Jelang Nataru 2026,Inflasi Cilegon Terendah Kedua di Banten

79
×

Pemkot Cilegon Siapkan Strategi Khusus Tekan Inflasi Jelang Nataru 2026,Inflasi Cilegon Terendah Kedua di Banten

Sebarkan artikel ini
Foto:Dinas Kominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COMPemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, mulai mematangkan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan laju inflasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan ini diungkapkan dalam Rapat Tingkat Tinggi (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cilegon,di aula Setda II Kota Cilegon, Selasa (18/11/2025).

Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam sambutannya, menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program untuk memastikan stabilitas harga pangan.

“Kita sudah siapkan beberapa program, di mana salah satunya yaitu nanti kita akan lakukan pengecekan langsung ke pasar untuk memastikan terkait ketersediaan stok pangan supaya harga tetap stabil dan pasokan barang juga tetap terjaga,” kata Robinsar.

Menurut Robinsar, dari sejumlah komoditas pangan, cabai menjadi penyumbang inflasi yang cukup dominan di Cilegon sepanjang tahun 2025. Ia memprediksi komoditas bawang berpotensi meningkat dan menjadi pemicu inflasi pada tahun 2026.

Kalau secara nasional seperti yang dipaparkan Bank Indonesia, emas masih menjadi penyumbang inflasi terbesar, sedangkan untuk komoditas pangan cabai masih cukup dominan tahun ini dan mungkin tahun depan bawang bisa jadi meningkat,” jelasnya.

Menanggapi potensi lonjakan harga cabai, Robinsar menyatakan Pemkot akan mendorong gerakan menanam cabai secara mandiri di kalangan masyarakat, PKK, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya harap melalui gerakan ini nantinya ketersediaan cabai di Kota Cilegon bisa tetap terjaga sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar bisa berkurang,” ujarnya.

Inflasi Cilegon Terendah Kedua di Banten

Robinsar juga memaparkan capaian positif dalam pengendalian inflasi daerah. Ia menyebut, posisi inflasi Kota Cilegon berada pada kategori stabil.

“Di akhir bulan Oktober, inflasi kita tercatat sebesar 2,57 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi Provinsi Banten yang mencapai 2,75 persen,” tuturnya.Capaian tersebut menempatkan Kota Cilegon sebagai daerah ke-2 dengan inflasi terendah di Provinsi Banten.

Pada akhir sambutannya, Robinsar menekankan bahwa seluruh upaya yang telah berjalan akan terus dioptimalkan.Menurutnya, pemerintah daerah akan terus perkuat langkah kita yang sudah berjalan dalam pengendalian inflasi dan dirinya juga berharap seluruh instansi terkait bisa terus bersama-sama meningkatkan ketahanan pangan, agar stabilitas harga di Kota Cilegon tetap terjaga hingga akhir tahun.

Di sisi lain, Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Rawindra Ardiansyah, memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kota Cilegon dalam forum TPID.

Kehadiran kepala daerah dalam forum seperti ini menjadi sinyal positif bagi kemajuan TPID. Pertemuan hari ini kami fokuskan pada kesiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru,” ujar Rawindra.

Ia juga meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menyampaikan laporan terkait stok, keamanan pasokan, keterjangkauan harga, serta komunikasi kebijakan kepada masyarakat.

Rawindra menyoroti bahwa di tingkat Banten, inflasi hingga Oktober masih berada di bawah angka nasional. Ia membenarkan temuan mengenai penyumbang utama inflasi.

Emas perhiasan masih menjadi penyumbang utama inflasi lebih dari satu tahun terakhir, dan selama kondisi global belum stabil, masyarakat cenderung memilih instrumen yang dianggap paling aman,” pungkasnya.(PSR)