SEBARINDO.COM-Misteri yang menyelimuti kematian Siti Maria, (48), ibu rumah tangga yang ditemukan tak bernyawa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, akhirnya terkuak. Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon berhasil mengungkap bahwa kematiannya bukanlah peristiwa biasa, melainkan sebuah kasus pembunuhan yang dipicu masalah utang piutang.
Tiga orang yang diduga pelaku, terdiri dari dua perempuan dan seorang pria, kini telah diamankan. Mereka ditangkap pada Jumat, (13/6/2025), setelah polisi bekerja maraton selama kurang dari tiga hari untuk memecahkan teka-teki yang ditinggalkan para pelaku.
Menurut sumber sebarindo.com di lingkungan kepolisian, motif di balik tindakan keji ini mengerucut pada masalah finansial. Dari pemeriksaan awal, motifnya adalah utang piutang antara korban dengan salah satu pelaku. Jeratan utang itu diduga memicu pertikaian yang berujung fatal bagi nyawa Siti Maria.
Ditambahkannya,korban meninggal akibat tangannya diikat tali lalu kedua kaki dan kedua tangan, mulut serta matanya ditutup pake lakban.Korban diduga kehabisan nafas sehingga nyawanya tak tertolong.
Kasus ini bermula pada Selasa petang, (10/6/2025). Suasana di RSUD Kota Cilegon yang semula biasa saja, mendadak geger ketika sebuah taksi online tiba di lobi rumah sakit. Pengemudi melaporkan bahwa penumpang perempuannya tidak sadarkan diri sejak dijemput.
Ketika tim medis memeriksa, Siti Maria dinyatakan telah meninggal dunia. Situasi menjadi pelik tak ada satu pun kartu identitas yang melekat di tubuh korban.
Langkah pertama polisi adalah menyelidik jejak digital dari pemesan taksi online tersebut. Dari sanalah tabir mulai terkuak, ternyata korban tinggal di Lingkungan Sambirata RT 005/003, Kelurahan/Kecamatan Cibeber
Diduga kuat, para pelaku sengaja menggunakan jasa taksi online untuk mengantar korban yang sudah dalam kondisi kritis atau meninggal ke rumah sakit. Ini adalah modus operandi untuk menghilangkan jejak dan membangun alibi seolah mereka tidak terlibat. Mereka berharap korban akan tercatat sebagai pasien tanpa nama yang meninggal karena sakit.
Kini, ketiga terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cilegon. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut. (PSR)











