SEBARINDO.COM – Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Sulaiman Umar Sidiq, meninjau langsung kesiapan lokasi translokasi badak jawa di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Kunjungan kerja ini berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Juni 2025.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pelestarian salah satu satwa langka kebanggaan Indonesia, yakni badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Dalam kunjungannya, Wamen Kehutanan RI didampingi oleh sejumlah pejabat Kementerian Kehutanan, antara lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), Sekretaris BP2SDM, serta Direktur Konservasi Spesies dan Genetik (KSG). Ketiganya juga berperan sebagai tenaga ahli dalam perencanaan translokasi.
“Melestarikan badak jawa bukan hanya menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga integritas ekosistem dan kehormatan bangsa. Kita tidak boleh menjadi generasi yang menyaksikan kepunahan badak jawa di tanah leluhur kita sendiri,” ujar Sulaiman dalam arahannya di lokasi konservasi, Sabtu (14/6/2025).
Baca Juga : Wamen Kehutanan RI Apresiasi Hakim dan Jaksa atas Vonis Maksimal bagi Pemburu Badak Jawa
Translokasi badak jawa merupakan bagian dari strategi konservasi untuk meningkatkan populasi spesies yang kini hanya tersisa di habitat alami TNUK. Dengan pemindahan individu badak ke lokasi yang lebih aman dan sesuai, diharapkan proses perkembangbiakan dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.
Peninjauan ini menunjukkan bahwa langkah pelestarian tidak hanya terbatas pada perlindungan habitat, tetapi juga mencakup kesiapan teknis dan infrastruktur pendukung di lapangan.
Sebagai informasi, badak jawa merupakan satwa endemik Indonesia dengan status sangat kritis (Critically Endangered) menurut Daftar Merah IUCN. Upaya konservasi menjadi penting guna mencegah kepunahan spesies ini di alam liar.











