Berita

Bedah Buku ‘Babad Alas’ Bima Arya di Cilegon: Memimpin dengan Nilai dan Tantangan Defisit Anggaran

12
×

Bedah Buku ‘Babad Alas’ Bima Arya di Cilegon: Memimpin dengan Nilai dan Tantangan Defisit Anggaran

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cilegon Robinsar (kiri) bersama Wamendagri Bima Arya penulis buku "Babad Alas".Foto:ist

SEBARINDO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar bedah buku “Babad Alas” karya Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (20/5/2026).Acara yang dihadiri langsung oleh Bima Arya ini menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi mendalam mengenai tata kelola pemerintahan yang efektif, kepemimpinan daerah, hingga strategi menghadapi tantangan fiskal.

Wali Kota Cilegon Robinsar menyambut hangat kehadiran mantan Wali Kota Bogor tersebut. Menurut Robinsar, rekam jejak Bima Arya dalam memimpin daerah diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pembangunan di Kota Baja.

“Kami sangat berharap masukan, pandangan, dan pengalaman yang pernah diterapkan di Kota Bogor dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan di Kota Cilegon,” ujar Robinsar.

Strategi Pangkas Anggaran Seremonial

Di hadapan Wamendagri, Robinsar membeberkan kondisi keuangan Pemkot Cilegon di awal masa jabatannya yang sempat mengalami defisit hingga Rp 135 miliar. Kondisi ini memaksa Pemkot Cilegon melakukan efisiensi ketat sebelum adanya instruksi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Kebijakan efisiensi dilakukan dengan memangkas pos belanja yang dinilai tidak mendesak, mulai dari perjalanan dinas, honorarium non-prioritas, belanja makan minum, hingga kegiatan seremonial.

“Prinsipnya, anggaran harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan masyarakat,” tegas Robinsar.

Ia mencontohkan langkah konkret realokasi anggaran pada sektor pendidikan dasar. Dari total anggaran non-pegawai sekitar Rp20 miliar, porsi untuk infrastruktur sekolah yang semula hanya Rp8 miliar, kini mendominasi hingga Rp 18 miliar. Sementara untuk kegiatan seremonial dipangkas habis hingga menyisakan Rp20 miliar.

“Jadi manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Selain fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, Pemkot Cilegon saat ini tengah berkomitmen membenahi wajah kota. Salah satu proyek prioritasnya adalah penataan kawasan pedestrian dan trotoar dari ruas Cilegon Timur hingga Landmark Kota Cilegon agar lebih ramah bagi publik.

Apresiasi Wamendagri: Memimpin Harus dengan Nilai

Mendengar paparan tersebut, Wamendagri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasinya terhadap langkah strategis yang diambil Pemkot Cilegon. Ia menilai, fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat adalah koridor yang tepat bagi seorang kepala daerah.

“Saya melihat pak wali sudah melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan oleh seorang pemimpin, yakni fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan,” kata Bima Arya.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto .Foto:Diskominfo Kota Cilegon

Terkait buku “Babad Alas” miliknya, Bima menekankan pesan utama bahwa esensi kepemimpinan tidak boleh sekadar terjebak dalam pragmatisme politik.

“Pesan utama dari buku ini adalah memimpin harus dengan nilai. Jangan hanya terjebak pada kalkulasi politik, tetapi harus ada nilai yang diperjuangkan setiap hari demi masyarakat,” ungkapnya.

Dorong Pembiayaan Alternatif di Luar APBD

Menyikapi tantangan fiskal yang dihadapi banyak daerah, Bima Arya mendorong pemerintah daerah untuk melahirkan inovasi dalam pengelolaan keuangan. Efisiensi, menurutnya, bukan sekadar memotong anggaran, melainkan ketepatan dalam melakukan realokasi ke sektor hilir yang berdampak langsung pada warga.

Ia juga menyarankan agar kepala daerah mulai melirik skema pembiayaan alternatif di luar APBD untuk mempercepat pembangunan, misalnya melalui optimalisasi aset daerah maupun kemitraan strategis dengan pihak swasta.
Selain mengupas tuntas isi buku, acara ini juga berkembang menjadi forum dialog interaktif yang membahas penguatan literasi, tata kota, hingga kesiapan ekosistem kendaraan listrik di daerah.

Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Cilegon, jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Cilegon, serta para pegiat literasi setempat.(PSR)