SEBARINDO.COM – Kemacetan panjang tak terhindarkan di jalur akses alternatif Merak Atas. Penyebabnya adalah proyek perbaikan terowongan underpass yang vital.
Imbasnya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilegon bergerak cepat memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan yang bergerak menuju atau dari Pelabuhan Merak.
Pengguna jalan diimbau untuk mencermati perubahan rute ini agar perjalanan tetap
lancar, mengingat perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung hingga November 2025.
Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Mulya Sugiharto, menjelaskan detail rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Kendaraan kecil, bus, dan truk di bawah golongan VI B yang datang dari Pelabuhan Merak kini diarahkan melalui Jalan Raya Suralaya, kemudian menuju Bojonegara, dan masuk melalui Gerbang Tol Cilegon Timur.
“Hal ini harus diingat dan dipastikan agar tidak terjadi kepadatan arus yang ada di Cikuasa Bawah,” tegas AKP Mulya, Selasa (24/6/2025).
Baca Juga : Jalur Merak Lumpuh, Antrean Kendaraan Mengular hingga Jalan Tol
Sementara itu, untuk truk besar, jalur arteri Cikuasa Bawah masih tetap dapat digunakan. Rekayasa serupa juga berlaku untuk kendaraan yang datang dari arah Jakarta.
“Untuk jalur dari arah Jakarta, untuk saat ini nantinya dapat menggunakan Exit Tol Cilegon Barat dan menggunakan jalur arteri ke arah Grogol dan juga ke arah Merak,” tambah AKP Mulya.
Polres Cilegon telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis. Mereka bertugas membantu pengguna jalan mendapatkan informasi akurat terkait jalur yang akan dilintasi, memastikan kelancaran arus lalu lintas, dan memberikan panduan kepada pengendara.
Pengerjaan perbaikan jembatan di wilayah Jalan Alternatif Merak Atas ini, menurut AKP Mulya, membutuhkan waktu cukup panjang, yakni hingga November 2025.
Namun, ia memberikan sedikit angin segar, penutupan jalan penuh diperkirakan hanya sampai Juli 2025.
“Untuk jalur perlintasan alternatif sementara, dapat dilakukan nanti pada saat bulan Juli. Insya Allah katanya bulan Juli sudah dapat dioperasionalkan jembatan alternatif yang akan dilalui oleh kendaraan-kendaraan kecil,” ujarnya.
Proyek penggantian jembatan akses Merak ini merupakan inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai
Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten. Pengerjaan proyek ini dipercayakan kepada PT Agung Sadewa Pratama dengan target waktu 210
hari kalender. Anggaran yang digelontorkan untuk proyek vital ini mencapai lebih dari Rp9,2 miliar.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan kemacetan dapat diminimalisir dan masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, meskipun ada proyek perbaikan infrastruktur yang sedang berlangsung. Pengendara diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.(PSR)













