Example 728x250
Berita

Wali Kota Cilegon: Banjir Bukan Takdir, Warga Wajib Gotong Royong Cek Saluran Air Sekarang!

347
×

Wali Kota Cilegon: Banjir Bukan Takdir, Warga Wajib Gotong Royong Cek Saluran Air Sekarang!

Sebarkan artikel ini
Pemkot Cilegon mengambil langkah cepat dan proaktif dengan menggelar rakor bersama BMKG Wilayah II Banten. Pertemuan strategis ini diselenggarakan di ruang rapat Wali Kota Cilegon, Senin (1/12/2025). Foto:Dinas Kominfo Kota Cilegon

SEBARINDO.COM Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengambil langkah cepat dan proaktif dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Banten. Pertemuan strategis ini diselenggarakan di ruang rapat Wali Kota Cilegon, Senin (1/12/2025). Dalam rakor tersebut, fokus utama pada identifikasi potensi bencana dan penyusunan strategi mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dimaksimalkan sejak dini, sejalan dengan prediksi BMKG mengenai puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari 2026.

Puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Januari, karena itu seluruh kesiapan harus dimaksimalkan mulai sekarang. Jangan menunggu air datang baru bergerak,” tegas Robinsar.

Menurut Robinsar, meskipun intensitas hujan di Kota Cilegon saat ini masih tergolong normal, langkah antisipatif harus menjadi perhatian serius bagi seluruh unsur instansi pemerintah dan masyarakat.

Dalam upaya mitigasi, Robinsar menyoroti masalah banjir yang bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, melainkan juga oleh saluran air yang tersumbat. Untuk itu, wali kota meminta seluruh jajaran perangkat daerah hingga tingkat RT/RW untuk menggerakkan kembali semangat kolaborasi.

“Saya minta kepada RT, RW, dan lurah untuk turun langsung melakukan kerja bakti bersama atau gotong royong dengan masyarakat. Mana yang sekiranya bisa dilakukan dengan masyarakat, lakukan, seperti selokan yang mampet dan lainnya,” ujarnya, mendorong partisipasi aktif warga.

Ajakan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif dan memastikan lingkungan, khususnya sistem drainase, berfungsi optimal dalam menyambut musim penghujan.

Cilegon Resmi Masuk Musim Hujan

Kepala BMKG Wilayah II Banten, Hartanto, membenarkan bahwa Kota Cilegon telah resmi memasuki musim penghujan. Ia menjelaskan, wilayah Cilegon menjadi salah satu daerah yang mengalami pergeseran awal musim hujan dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten.

“Wilayah Kota Cilegon akan mencapai puncak musim hujan pada Januari 2026,” jelas Hartanto.

Hartanto berharap, masyarakat dapat memahami informasi yang disampaikan BMKG dan bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang mungkin datang. Ia juga mengimbau agar masyarakat proaktif memperhatikan setiap peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala melalui kanal-kanal resmi.

Untuk mengantisipasi banjir petugas DPUTR Kota Cilegon melakukan pengerukan tandon di Jalan Nakula,Foto:poesaputra-sebarindo.com

Lebih lanjut, Hartanto juga mengingatkan Pemkot Cilegon dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana lain, yakni gempa bumi. Menurutnya, Cilegon merupakan daerah yang berpotensi terdampak aktivitas gempa yang berasal dari sekitar Selat Sunda.

Ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman bagi masyarakat,” pungkas Hartanto, menegaskan bahwa informasi tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, bukan menakut-nakuti.

Sinergi antara Pemkot Cilegon dan BMKG ini diharapkan dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu dan efektif, memastikan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kota Cilegon dari potensi ancaman cuaca ekstrem dan bencana alam lainnya.(PSR)